Renungan Hati : Awas ! Apa yang Kamu Lihat,Belum tentu Benar!

Commerce

Arsono Arwan in Penjaringan, Jakarta Utara

Seringkali apa yang dilihat benar, belum tentu itu kebenaran, janganlah terjebak dalam kesalahan hanya karena penglihatan mata Dalam melihat dan menilai sesuatu kejadian berpeganglah pada pangkal dari kejadian, jangan melihat ujungnya saja. Karena bisa mengacaukan keadaan, selain dapat melukai hati orang lain, tentu bisa membuat malu diri sendiri. Seperti peristiwa ini: Karena pada malam harinya ada pekerjaan yang harus di kerjakan, seorang pegawai oleh bos ditugaskan, dan pada esok harinya dibebas tugaskan. Karena saya tidak tahu masalahnya _ pangkalnya _ saat melihat dia di mess santai-santai, sedang kemarinnya sudah saya tugaskan untuk mengerjakan satu pekerjaan yang cukup penting. Tentunya saya menjadi marah dan langsung menegurnya . Kemudian pada akhirnya terjadi kesalahan, bukan? Mengapa saya tidak bertanya terlebih dahulu? Segala hal yang terjadi pasti mempunyai awal, telitilah awalnya barulah mengerti mengapa ujungnya terjadi begitu. Dengan selalu berpegang dan memahami pangkalnya, kemudian akan mengerti tentang ujungnya. Sebelum mengambil kesimpulan, sering-seringlah menyelidiki kedalam, dengan pertanyaan, mengapa? Karena setelah aku renungi, ternyata begitu banyak kesalahan yang terjadi akibat aku terlalu cepat menilai suatu kejadian dengan penglihatan pada saat itu. Tidak mau tahu, penyebab hal itu terjadi terlebih dahulu Sehingga pada akhirnya aku mengalami sendiri. Suatu saat, setelah bepergian mau kembali ke perkumpulan, pas saya turun dari mobil, saya melihat ada beberapa anak tanggung berlarian karena melihat saya. Awalnya saya juga tidak mengerti kenapa mereka berlarian. Dengan tenang tanpa dosa, saya buka pintu gerbang dan langsung masuk. Ternyata di dalam ada pimpinan dan beberapa orang , langsung mereka melihat saya dengan penglihatan curiga. Saya masih belum mengerti, sampai ada yang berkata, " Wah, ternyata kamu yang iseng pencet bel dari tadi diluar! " Oh, saya baru mengerti kemudian, ternyata segerombol anak tadi itu sedang usil memencet bel yang ada di depan gerbang pintu, dan orang-orang di dalam sedang mengintip siapa biangnya, karena sudah sering terjadi, dan ternyata saya yang jadi kambing hitam! Tertangkap basah, katanya. Tak apalah, saya hanya bisa diam seribu basah, sambil merenungi, dan menjadikan sebagai pembelajaran, bahwa saat melihat suatu kejadian itu harus jelas, jangan langsung menghakimi dan menjatuhkan vonis. Harus jelas itu, bukan karena jelas terlihat dengan mata, tapi jelas selain terlihat oleh mata, juga oleh penjelasan dari orang yang menjalani peristiwa itu. Sungguh aku harus berhati-hati dengan penglihatanku yang justru sering menipu. Oh, jangan tertipu lagi. . . senandungku sendu! # Tuhan. . . Sadarkan aku dalam melihat hal-hal yang terjadi di depan mataku, karena seringkali apa yang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri justru salah. Ampuni dan tambahkan terangnya hatiku untuk melihat . Selengkapnya : http://m.kompasiana.com/katedrarajawen/awas-apa-yang-kamu-lihat-belum-tentu-benar_54ff3eeda33311954a50f9dd

Dilihat 830 kali

Arsono Arwan

Pengasuh 29002

1 Komentar

Lihat & tulis komentar