Zing Qio Jie

2 0 64
Gambar untuk Zing Qio Jie
Ratusan Warga Meriahan Zong Qio Jie dan Paseduluran di Klenteng Gondomanan

Suguhan tarian klasik kian memeriahkan malam Zong Qio Jie




Ratusan warga tionghoa, Jumat (13/9/2019) petang tampak berduyun-duyun mendatangi Klenteng Gondomanan (Fuk Ling Miao) yang terletak di ujung utara Jalan Brigjen Katamso Yogyakarta.

Kedatangan mereka dalam rangka memeriahkan Festival Kue Bulan (Zong Qio Jie), sebuah tradisi atau budaya yang sudah berlangsung sejak lama dan dilakukan pada 15 hari pasca Hari Raya Imlek. Wajar mereka pun tampak bersri-seri bak purnama. Begitu datang, langsung menju altar melakukan sembahyang. Sesaat kemudian berbaur di pelataran klenteng, sembari menikmati hidangan dan berbagai hiburan.



Terdapat panggung hiburan. Sebuah organ tunggal dmainkan oleh pemusik yang kebetulan difabel (tuna netra), namun cukup mahir memainkan nomor-nomor klasik mandarin sesuai request hadirin. Penyanyinya? Tak lain sejumlah hadirin itu sendiri, saling bergantian.

Pengamatan yogyapos.com, terdapat 4 gerobak menyajikan ragam makanan dan minuman untuk hadirin di pelataran. Sedangkan di dalam klenteng disediakan ragam kue, terutama kue bulan yang biasanya disantap pada penghujung malam.

Selain hiburan organ tunggal, para hadirin juga dihibur sejumlah tarian klasik yang pada zamannya dimaksudkan sebagai persembahan bagi dewa-dewa. Bukan hanya warga tionghoa yang berdatangan dan ikut mengisi acara, tetapi juga dari luar etnis tionghoa. Mereka benar-benar berbaur, tak ada jarak sebagaimana pergaulan di kampung-kampung pada umumnya.



“Kita bersyukur. Ini ujud terimakasih kami telah diberi kesehatan, bisa saling berkumpul dalam kegembiraan, paseduluran,” ujar Angling Wijaya alias Ang Peng Siang selaku Ketua Klenteng Gondomanan, di sela-sela menerima hadirin yang silih berganti.

Angling mengungkapkan, Zong Qio Jie memang tradisi turun menurun. Tradisi demikian dilestarikan karena memiliki nilai kemanusiaan yang baik. Bisa saling menghibur, berbagi informasi dan sejenisnya yang pada pokoknya penuh paseduluran.

Ditengah hiburan saling kumpul itu pula diingatkan tentang harapan-harapan agar diberkahi kehidupan yang baik. Dijauhkan dari marabahaya, baik pribadi, keluarga maupun bangsa dan negara. Sehingga kesan dan pesan yang dipegang teguh adalah rasa bersyukur terhadap Yang Maha Kuasa.

sumber : Jogyapos.com

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru

Berita Warga
36 menit lalu

Hiduplah Dengan Kebiasaan Baik

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Kramat Jati, Jakarta Timur

Terpopuler

  1. Komunitas Motor (Sezari C70 ) Lombok Timur Peduli Lingkungan

    sosiawanputra  di  Pringgasela, Lombok Timur  |  26 Nov 2020
  2. Semangat Harlah KOPRI dari Pulau Putri

    Nensi Indri  di  Gresik  |  30 Nov 2020
  3. Suro Amerta Surokarsan Titik Finish Gowes Bareng Promosi Wisata Kampung

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  29 Nov 2020
  4. TASYAKURAN PEMBUKAAN KEMBALI SSB PELITA TUNAS CICURUG-SUKABUMI

    Firman Ardiansyah  di  Cicurug, Sukabumi Kabupaten  |  29 Nov 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    TASYAKURAN PEMBUKAAN KEMBALI SSB PELITA TUNAS CICURUG-SUKABUMI

    Firman Ardiansyah  di  Cicurug, Sukabumi Kabupaten  |  29 Nov 2020
  2. 2
    Komentar

    Hayya 'Alal Jihad Itu Lafazh Bid'ah Dalam Azan

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Kemang, Bogor Kabupaten  |  30 Nov 2020
  3. 1
    Komentar

    Komunitas Motor (Sezari C70 ) Lombok Timur Peduli Lingkungan

    sosiawanputra  di  Pringgasela, Lombok Timur  |  26 Nov 2020
  4. 0
    Komentar

    Antisipasi Longsor, Kali Baru Di Kelurahan Rawa Bunga Diturap

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Jatinegara, Jakarta Timur  |  1 Dec 2020