Wisata Rekreasi Tasikardi tidak terurus

Header illustration
Kabupaten Serang | Wisata Tasikardi pasca lebaran idul fitri 1440 H padat dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah usai melaksanakan ziarah ke makam sultan maulana hasanudin banten yang berada di desa banten kecamatan kasemen kota serang.
Tasikardi merupakan danau buatan yang berfungsi untuk air sungai sebelum di jernihkan di pengindelan dan kemudian dialirkan ke kraton surosowan untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk kota. dibangun oleh Hendrik Lucas Cardeel pada masa pemerintahan sultan maulana yusuf (1570-1580).
ditengah danau dibangun sebuah pulau buatan yang bernama pulau kaputren yang semula diperuntukkan bagi ibunda sultan untuk bertafakkur. pada masa masa kemudian pulau tersebut berfungsi sebagai tempat rekreasi keluarga sultan tahun 1706.
Sultan Banten menerima tamu dari belanda yaitu Cornellis de bruin ditempat ini. situs ini di cagarbudayakan dengan nomor 133/M/1998 pada tanggal 16 Juni 1998 dengan status tanah milik negara.
Situs Tasikardi dibangun pada periodesasi islam, terletak di desa Margasana Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang dengan koordinat 106 08' 33,8'BT dan 06 03' 10,4' LS. Tasikardi dikelilingi oleh persawahan dengan morfologi dataran rendah.
Namun saat ini wisata rekreasi tasikardi sudah tidak terurus, kurangnya perawatan dan pemeliharaan sehingga saat ini tasikardi terlihat kumuh.
dilihat dari wisata rekreasinya yang dulu di danau itu ada bebek-bebekan yang bisa dinikmati oleh para pengunjung namun saat ini bebek-bebekan itu rusak dan tidak pernah di perbaiki kembali meskipun saat ini kondisi air danau tasikardi serang surut akibat kemarau dan dimanfaatkan oleh masyarakat petani untuk pertanian
salah satu warga setempat yang ikut membantu di parkiran mobil dan motor, sayuti mengatakan surutnya air danau tasikardi ini selain disebabkan kemarau juga disebabkan oleh pengambilan air oleh para petani setempat namun saat ini sudah diperingatkan agar tidak mengambil air dari danau.
"saat ini danau tasikardi sedang surut karena terjadi kemarau namun kemarin sebelum adanya peringatan dari penjaga tasikardi masyarakat banyak yang memanfaatkan air danau ini untuk pertanian mereka namun saat ini sudah diperingatkan jadi warga sudah tidak lagi ngambil air ke danau.
namun sangat disesalkan sekali wisata rekreasi tasikardi yang sudah lama terkenal ini menjadi tidak terurus seperti ini sedangkan didaerah lain berlomba-lomba menciptakan wisata rekreasi untuk mengembangkan daerahnya menjadi daerah wisata.
banyak masyarakat berharap agar pemerintah daerah bisa membangun kembali wisata rekreasi tasikardi dengan konsep yang modern dan kekinian agar tidak hanya warga sekitar saja yang mengunjungi akan tetapi para wisatawan dari berbagai daerah.
meskipun wisata tasikardi tidak terurus dengan baik masyarakat masih ramai mengunjunginya dikarenakan tempatnya yang nyaman dan sejuk. #AtmaGoBanten
Sudah dilihat 30 kali

Komentar