Waspada Penyakit Leptospirosis : Dinkes

19 January 2019, 00:26 WIB
1 0 65
Gambar untuk Waspada Penyakit Leptospirosis : Dinkes
Warga AtmaGo yang selalu waspada - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunung Kidul mengimbau masyarakat agar mewaspadai penyakit leptospirosis saat musim hujan.

Fungsional Entomolog Kesehatan Bidang Penyakit Tidak Menular Dinkes Gunung Kidul, Eko Mujiarto di Gunung Kidul,, mengatakan pada Januari hingga Maret 2019, menjadi bulan paling rawan penularan penyakit mematikan ini.

Pada 2017, misalnya terdapat 64 kasus di mana beberapa orang korban diantaranya meninggal dunia. Beruntung berkat upaya keras dari jajaran petugas maupun masyarakat, jumlah kasus berhasil ditekan pada 2018 hingga hanya terjadi 16 kasus. Dari 16 kasus itu, tercatat satu penderita meninggal dunia.

Sedangkan, pada awal 2019 ini, telah dilaporkan terdapat tiga kasus leptospirosis. Dari tiga kasus yang ada, satu korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis karena terlambat mendapatkan perawatan.

Daerah yang tergolong cukup rawan terhadap penularan penyakit ini berada di zona Utara, seperti misalnya Gedangsari, Ngawen, Patuk, Nglipar, dan Semin. Hal ini dikarenakan areal pertanian di kawasan ini memang cukup luas dibandingkan di kecamatan-kecamatan lainnya.

Untuk mengantisipasi risiko tertular, masyarakat disarankan ke ladang setelah matahari terbit. Di mana memang, virus yang terkandung dalam kencing tikus akan dengan sendirinya mati saat telah terkena sinar matahari. Namun memang kesadaran harus dibina dari masyarakat sendiri, karena kultur di Gunung Kidul, petani mulai berladang di saat matahari belum terbit.Semoga warga AtmaGo selalu diberi kesehatan! Aamiin.

  Komentar untuk Waspada Penyakit Leptospirosis : Dinkes

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!