WASPADA MERCURI

6 August 2019, 19:53 WIB
1 0 87
Gambar untuk WASPADA MERCURI
Keganasan efek negatif Mercuri sudah tidak diragukan lagi. Penggunaan yang berlebihan akan mempercepat terjadinya dampak negatif tersebut, karena sejatinya Mercuri meruoakan bahan kimia yg sangat keras. Buktinya, 7 warga di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat terpapar bahan kimia Merkuri berat.

Kondisi ini mendapat perhatian khusus dari Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi. Dia mengungkapkan bahwa 7 warga yang terpapar Merkuri tersebut, merupakan penambang liar yang melakukan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di pegunungan Sekotong, Lombok Barat. "Mereka yang terpapar merkuri ini rata-rata sudah di ambang batas," ujarnya di Mataram, Senin (5/8/2019).

Para penambang yang terpapar merkuri ini diketahui setelah Universitas Indonesia (UI) melakukan penelitian terhadap para penambang pada tahun 2016 dan hasilnya baru diketahui pada tahun 2017. "Jadi mereka yang terpapar merkuri ini usianya masih produktif. Tapi meski masih produktif karena terpapar merkuri tenaga mereka sudah menurun," terang Eka.

Menurut Eka, pihaknya khawatir dampak dari Merkuri tersebut. Karena, jika berlangsung lama maka akan mengenai yang lainnya. Ia mencontohkan, dampak paling mengkhawatirkan dari merkuri tersebut pada manusia, terutama pada ibu hamil dikhawatirkan anak yang dilahirkan mengalami cacat, seperti kasus Minamata di Jepang. "Inilah yang kita khawatirkan dampaknya. Karena selain berdampak pada manusia, lingkungan di Sekotong saat ini juga sudah ikut tercemar," ucap Eka.

Karena itu, untuk mencegah dampak yang lebih buruk, pihaknya telah meminta agar segala aktivitas Peti di Sekotong dihentikan. Tidak hanya di Sekotong di lokasi Peti lainnya di NTB juga harus dihentikan. Di samping itu, untuk meminamalisir dampak yang sudah terjadi, pihaknya juga akan segera menyusun rencana aksi daerah yang salah satunya bentuk kegiatannya, yakni memberikan edukasi kepada penambang, keluarga penambang dan lingkungan penambang untuk tidak melakukan Peti lagi.

"Edukasi ini penting dilakukan supaya mendorong masyarakat berhenti dan tidak menggunakan merkuri," katanya.

#ojan#
Sumber: antara & bisnis

  Komentar untuk WASPADA MERCURI

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru

Berita Warga
3 jam

Loker driver

Jainudiaja  di  Senen, Jakarta Pusat
Berita Warga
6 jam

Mengenal Novel Coronavirus

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Tanjung Priok, Jakarta Utara

Terpopuler

  1. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  2. Rahmat Effendi Terjun Langsung Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

    Indra Gunawan  di  Jatiasih, Bekasi Kota  |  12 Jan 2020
  3. BANYUWANGI SIAGA BENCANA

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  10 Jan 2020
  4. MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 9
    Komentar

    PENGENDANG BANYUWANGI (FATWA AMIRULLAH)

    fatwa amirullah kendang  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  2. 8
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020