WASPADA MERCURI

6 August 2019, 19:53 WIB
1 0 149
Gambar untuk WASPADA MERCURI
Keganasan efek negatif Mercuri sudah tidak diragukan lagi. Penggunaan yang berlebihan akan mempercepat terjadinya dampak negatif tersebut, karena sejatinya Mercuri meruoakan bahan kimia yg sangat keras. Buktinya, 7 warga di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat terpapar bahan kimia Merkuri berat.

Kondisi ini mendapat perhatian khusus dari Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi. Dia mengungkapkan bahwa 7 warga yang terpapar Merkuri tersebut, merupakan penambang liar yang melakukan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di pegunungan Sekotong, Lombok Barat. "Mereka yang terpapar merkuri ini rata-rata sudah di ambang batas," ujarnya di Mataram, Senin (5/8/2019).

Para penambang yang terpapar merkuri ini diketahui setelah Universitas Indonesia (UI) melakukan penelitian terhadap para penambang pada tahun 2016 dan hasilnya baru diketahui pada tahun 2017. "Jadi mereka yang terpapar merkuri ini usianya masih produktif. Tapi meski masih produktif karena terpapar merkuri tenaga mereka sudah menurun," terang Eka.

Menurut Eka, pihaknya khawatir dampak dari Merkuri tersebut. Karena, jika berlangsung lama maka akan mengenai yang lainnya. Ia mencontohkan, dampak paling mengkhawatirkan dari merkuri tersebut pada manusia, terutama pada ibu hamil dikhawatirkan anak yang dilahirkan mengalami cacat, seperti kasus Minamata di Jepang. "Inilah yang kita khawatirkan dampaknya. Karena selain berdampak pada manusia, lingkungan di Sekotong saat ini juga sudah ikut tercemar," ucap Eka.

Karena itu, untuk mencegah dampak yang lebih buruk, pihaknya telah meminta agar segala aktivitas Peti di Sekotong dihentikan. Tidak hanya di Sekotong di lokasi Peti lainnya di NTB juga harus dihentikan. Di samping itu, untuk meminamalisir dampak yang sudah terjadi, pihaknya juga akan segera menyusun rencana aksi daerah yang salah satunya bentuk kegiatannya, yakni memberikan edukasi kepada penambang, keluarga penambang dan lingkungan penambang untuk tidak melakukan Peti lagi.

"Edukasi ini penting dilakukan supaya mendorong masyarakat berhenti dan tidak menggunakan merkuri," katanya.

#ojan#
Sumber: antara & bisnis

  Komentar untuk WASPADA MERCURI

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Tetangga suplai logistik warga isolasi mandiri di Kepatihan

    Deni Suryanti  di  Surakarta Kota  |  15 Oct 2020
  2. Geliat Mahasiswa Menggelar Lapak Baca Gratis untuk Masyarakat

    Nensi Indri  di  Gresik  |  13 Oct 2020
  3. TPS 075 Gelar Pertemuan Perdana Anggota KPPS

    Galih Bayu Aji  di  Jebres, Surakarta Kota  |  14 Oct 2020
  4. Menguatkan Ketahanan Pangan, Kelurahan Wirogunan adakan Pelatihan "Buledamber"

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  18 Oct 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Rogoh Kocek Pribadi, Kades Rancadaka Perbaiki Jalan Kabupaten Sepanjang 1 KM

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Pusakanagara, Subang  |  13 Oct 2020
  2. 2
    Komentar

    Penanganan Kebersihan Pasca Aksi Penyampaian Pendapat

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Gambir, Jakarta Pusat  |  14 Oct 2020
  3. 2
    Komentar

    TPS 075 Gelar Pertemuan Perdana Anggota KPPS

    Galih Bayu Aji  di  Jebres, Surakarta Kota  |  14 Oct 2020
  4. 2
    Komentar

    Berikut Link Pendaftaran BLT UMKM Rp2,4 Juta Kabupaten Bandung Tahap 3 Yang Dibuka Sampai November

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Rancaekek, Bandung Kabupaten  |  22 jam lalu