Waspada dan Siaga dengan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan

22 February 2019, 18:35 WIB
1 0 110
Gambar untuk Waspada dan Siaga dengan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau periode kemarau pertama akan dialami di Pesisir Sumatera bagian Tengah dan Kalimantan bagian Barat, serta adanya potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Berdasarkan analisis BMKG, curah hujan di sepuluh hari pertama pada bulan Februari, menunjukkan curah hujan kategori rendah yang tampak di sebagian besar Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Riau, sebagian Kalimantan Utara dan Timur, Gorontalo, dan sebagian Sulawesi Tengah.

Peta analisis hari tanpa hujan berurutan di wilayah Sumatera menunjukkan beberapa tempat di pesisir timur Aceh, Sumatera Utara, dan Riau terindikasi mengalami hari kering berurutan 6 - 20 hari (kategori pendek dan menengah). Di Riau, hari tanpa hujan kategori panjang (21 - 30 hari) telah terjadi di Rangsang, Rangsang Pesisir dan daerah Tebing Tinggi.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal, menjelaskan jika selama sepuluh hari kedua pada bulan Februari 2019, wilayah subsiden/kering mendominasi wilayah Indonesia hingga sepuluh hari terakhir di bulan Februari 2019, yang ditengarai sebagai MJO (Madden Julian Oscillation/massa udara basah) fase kering.

Kondisi ini, tambahnya, akan menyebabkan proses konvektif (penguapan) dan pembentukan awan hujan terhambat. "Kondisi kurang hujan di wilayah-wilayah tersebut didukung oleh kondisi troposfer bagian tengah yang didominasi kelembaban udara yang relative rendah. Ini sesuai dengan peta prediksi spasial anomali radiasi balik matahari gelombang panjang (OLR)," lanjutnya.

Herizal mengutarakan Dampak dari kemarau pertama adanya peningkatan jumlah titik api (hotspot) pada dua pekan terakhir ini di berapa wilayah. Sebagaimana terpantau oleh BMKG, daerah yang cukup signifikan berada di Riau (80 titik dari 24 titik pada pekan sebelumnya) dan Kalimantan Timur (7 titik).

Dari pengamatan Stasiun Klimatologi Tambang, Riau, kondisi curah hujan bawah normal terdeteksi di wilayah pesisir timur telah berlangsung sejak awal Februari 2019.

Herizal menambahkan Kondisi kering ini akan berpotensi memudahkan terjadinya hotspot yang dapat memicu kejadian kebakaran hutan dan lahan, yang akhirnya dapat menimbulkan asap dan penurunan kualitas udara.

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memantau adanya penurunan kualitas udara berdasarkan Indek Standar Pencemaran Udara dan menunjukkan TIDAK SEHAT di daerah Rokan Hilir pada hari Senin, 12 Februari 2019 pukul 09.00 WIB, sementara daerah lain terindikasi pada ISPU SEDANG. Pengamatan jarak pandang mendatar (visibility maksimum) terlaporkan masih dalam kisaran 2 - 5 km.

Berdasarkan posisi daerahnya, Pesisir Barat Sumatera, Sumatera bagian Tengah, Kalimantan Barat dan Tengah, Sulawesi bagian Tengah dan sebagian Tenggara, dan sebagian Papua bagian Utara yang dekat dengan garis khatulistiwa, memiliki karakter musim yang berbeda dengan wilayah lainnya di Indonesia. Karakter musim itu ditandai adanya dua kali puncak hujan dan puncak kemarau dalam setahun. Kondisi ini berlangsung di bulan Februari, sementara kemarau kedua berlangsung mulai Juni hingga Agustus.

Herizal mengimbau kepada Pemerintah Daerah, Instansi terkait, dan masyarakat luas pada umumnya di wilayah terdampak untuk terus waspada dan siap siaga terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan, bahaya polusi udara dan asap, potensi kekeringan lahan dan kekurangan air bersih dan terus mengikuti pembaharuan informasi.

Sumber:
Bagian Hubungan Masyarakat BMKG

  Komentar untuk Waspada dan Siaga dengan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. MOBIL TERTABRAK KERETA API DIPUCUK LAMONGAN

    Ulin Nuha  di  Pucuk, Lamongan  |  2 Jul 2020
  2. Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat Ibadah

    Hendra Gilang  di  Jakarta Pusat  |  1 Jul 2020
  3. SIBAT MOJOPANGGUNG bersama PMI BANYUWANGI Peduli Disabilitas

    Ismy Banyuwangi  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  28 Jun 2020
  4. Mengenal lebih dekat WARSIMAH GunungKetur Pakualaman di masa Covid-19

    E Ruslan  di  Pakualaman, Yogyakarta  |  29 Jun 2020

Komentar Terbanyak

  1. 6
    Komentar

    SIBAT MOJOPANGGUNG bersama PMI BANYUWANGI Peduli Disabilitas

    Ismy Banyuwangi  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  28 Jun 2020
  2. 1
    Komentar

    kegiatan pagi ini

    AI HARYANTI  di  Baros, Sukabumi Kota  |  28 Jun 2020
  3. 1
    Komentar

    Yuk Gunakan Kalkulator COVID19 Untuk Mengetahui Kondisi Kesehatanmu

    Muh Agung  di  Jakarta Barat  |  30 Jun 2020
  4. 1
    Komentar

    Forum PAUD Kota Depok Rumuskan Pola Pembelajaran Balita Saat Pandemi

    Widya Sari  di  Depok Kota  |  1 Jul 2020