WARUNG MAKAN LIKUIFAKSI

66439 medium post 71004 9e910ac9 af6f 404b 9fe3 2bab006c0b7f 2019 07 12t08 24 02.653 08 00
Tak sengaja, ketika mencari sarapan pagi di sekitar Kota Palu, saya berjumpa dengan warung yang menarik perhatian orang, "Warung Makan Likuefaksi". Terletak di Kelurahan Palupi, warung makan ini dinamakan demikian oleh pemiliknya sebagai pengingat tragedi memilukan, likuefaksi tanggal 28 September 2018 di kompleks perumahan Kelurahan Balaroa, Palu.
Sang pemilik warung yang enggan disebutkan namanya, tak banyak bercerita ketika saya bertanya alasan menamakan warungnya likuefaksi.
Dengan mata berkaca-kaca, perempuan pemilik warung ini bercerita sedikit tentang kejadian memilukan itu. Mereka sekeluarga baru saja menempati warung itu sebulan yang lalu.
Warung itu juga berfungsi sebagai tempat kediaman mereka sekeluarga untuk sementara waktu. Mengingat bahwa mereka adalah penyintas gempa bumi dan likuefaksi yang berhasil selamat di Balaroa.
Untuk melanjutkan hidup sekeluarga, mereka memilih membuka warung makan. Karena enggan menunggu nasib yang tidak pasti jika harus berharap ukuran tangan orang lain untuk bangkit.
Sebagai penyintas, mereka berhak untuk memperoleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari pemerintah.
Sumber : econesia institute
Sudah dilihat 25 kali

Komentar