Warga Sungkan Melapor Pungli: Bandara Kulonprogo

32862 medium nyia
Paguyuban Warga Terdampak Bandara Pantai Selatan (Patra Pansel) menilai, warga masih belum melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) ke pihak berwajib karena ada rasa sungkan.

Ketua Patra Pansel, Ferry Teguh Wahyudi mengungkapkan, warga masih enggan melapor karena rasa sungkan. Ia menyebut, ada sekitar lebih dari 10 orang yang telah berbagi cerita kepada Patra Pansel, perihal mereka dirugikan dengan pungli. Namun semuanya belum ada yang melapor secara resmi karena beragam alasan.

Patra Pansel sesungguhnya berharap permasalahan ini lekas selesai, tidak menjadi fitnah. Hanya saja, pihaknya berada dalam posisi pasif dan menunggu warga.

Aktif dalam pengusutan dugaan pungli ini sebetulnya menjadi tugas tim Saber Pungli atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di tambah NYIA merupakan proyek besar, warga yang dirugikan tidak sedikit dengan jumlah kerugian mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution menjelaskan, laporan langsung dari warga yang merasa dirugikan oleh dugaan pungli itu, dibutuhkan karena penyelidikan yang dilakukan tim, bukan berdasarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Aparat tidak bisa langsung begitu saja memeriksa pihak tertuduh, tanpa laporan yang jelas.

Apabila memang benar terjadi pungli, maka ia mengimbau agar warga yang merasa dirugikan bisa melaporkan ke pihak berwenang. Anggara mengakui, sampai saat ini belum adanya laporan masuk dari warga, baik itu ke tim Saber Pungli yang ada di Pemkab maupun Kepolisian. Kondisi ini membuat proses pengusutan dugaan pungli menjadi sulit.

Kepala Desa Glagah, Agus Parmono enggan berkomentar lebih jauh dan memasrahkan pengusutan dugaan kepada tim Saber Pungli.

Sebelumnya diberitakan, warga yang tergabung dalam Patra Pansel, menggelar demonstrasi di simpang Glagah pada 27 Agustus 2018 lalu. Mereka menduga ada pungli dalam distribusi dana ganti rugi bagi warga terdampak pembangunan NYIA. Sehingga meminta kepada pihak berwenang mengusut dugaan yang dinilai merugikan warga terdampak itu.
Sudah dilihat 14 kali

Komentar