Uang Elektronik

25586 medium 7efa9cd2 3c43 4630 8769 ca4e6e240685 169

Brrdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 20/6/2018) yang diterbitkan pada 4 Mei lalu, batas isi ulang elektronik yang tidak terdaftar atau unregistered naik jadi Rp 2 juta dari sebelumnya Rp 1 juta. Hal ini ditanggapi beragam. Di satu sisi, bisa memudahkan masyarakat karena tidak harus sering top up. Namun di sisi lain, tidak adanya jaminan jika terjadi kehilangan kartu.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko menjelaskan, untuk pengguna emoney yang unregistered jika terjadi kehilangan tidak bisa mengklaim kehilangan kepada bank. Sedangkan menurut ekonom INDEF, Bhima Yudhistira Adhinegara, dengan penambahan batas saldo tersebut, harus juga disediakan fasilitas pengembalian sisa saldo di bank atau merchant yang bekerja sama. Tujuannya, agar perlindungan konsumen bisa berjalan dengan baik. Kemudian, apabila kartu hilang misalnya fraud dan force majeur ada penggantian dana yang hilang.

Selain itu, apabila diperlukan layanan e-money dijamin ke dalam skema penjamin seperti Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). sebab ketika ketika top-up dalam jumlah tertentu dikenai pungutan, biaya kartu perdana. Sebagian pungutan bisa dijadikan premi asuransi kehilangan.

"Jadi masyarakat makin tertarik menggunakan e-money jika semuanya aman," ujar dia. Semoga bermanfaat. Ayo, share beragam info lainnya di AtmaGo, warga bantu warga. (detik)

Sudah dilihat 32 kali

Komentar