Tren Penyakit Masih Tinggi, Ini Upaya Dinkes Kota Bogor

47563 medium penyakit
Oleh : Husnul Khatimah

TANAH SAREAL, AYOBOGOR.COM -- Memasuki awal 2019 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menyiapkan berbagai program prioritas untuk menekan angka penyakit. Baik itu penyakit tidak menular ataupun penyakit menular.

Pasalnya, di 2018 lalu tren penyakit menular di Kota Bogor masih cukup tinggi yang didominasi penyakit menular Tuberkulosis (TB), Demam Berdarah Dengue (DBD) dan HIV. Sementara tren penyakit tidak menular, seperti hipertensi, Diabetes Melitus (DM), gangguan jiwa dan lainnya pun masih terus meningkat.

"Kondisi ini disebut beban ganda penyakit karena ada dua jenis penyakit, yakni Penyakit menular dan penyakit tidak menular," ujar Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Dinkes Kota Bogor, Lindawati saat ditemui di kantornya baru-baru ini.

Linda mengatakan, peningkatan angka penyakit ini selaras dengan jumlah penemuan dan pencarian kasus. Penemuan atau pencarian kasus ini dilakukan dengan cara pemeriksaan tes secara berkala. Sehingga ketika ditemukan kasus lebih banyak maka angkanya pun akan naik.

"Temuan-temuan kasus, baik itu yang tidak menular atau menular terus menjadi perhatian untuk diantisipasi," katanya.

Ia menuturkan, penyakit menular yang angkanya paling tinggi, yakni TB. Pihaknya pun melakukan gerakan “Ketuk Pintu” setiap bulannya ke rumah-rumah yang terdapat penderita TB. Itu dilakukan untuk memeriksa sekaligus memastikan tidak ada anggota keluarga, tetangga hingga teman dekatnya yang ikut tertular. Pasalnya dari satu orang penderita TB berpotensi menularkan kepada 10 orang.

"Penyebab TB itu dari bakteri tapi ada penyebab tidak langsungnya mulai dari rumah yang tidak sehat atau tidak terkena cahaya matahari, kurang gizi atau dari penyakit," imbuhnya.

Sementara itu penanganan HIV, lanjut Linda, dengan pemeriksaan VCT. Setelah pemeriksaan pasien yang positif terkena HIV harus diobati agar tidak menular ke orang lain. Saat ini ada enam puskesmas yang mempunyai layanan untuk pengobatan HIV. Sementara terkait DBD angka penderita meningkat di Desember meski angka keseluruhan di 2018 menurun dibanding 2017.

"Kalau DBD kita buat gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Nah PSN ini harus dilakukan serentak setiap minggunya, semua warganya harus bareng agar jentik nyamuknya mati," sarannya.

Linda menambahkan, pada penyakit tidak menular angka yang paling tinggi, yakni hipertensi, diabetes dan gangguan emosional (sering pusing, diare tanpa sebab dan sering marah-marah). Penyakit-penyakit ini biasanya disebabkan faktor makanan dan gaya hidup. Dan hal ini bisa dikendalikan dengan melakukan Cerdik.

Cerdik merupakan singkatan dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga tiga kali seminggu, Diet seimbang dengan mengurangi gula, garam, lemak namun meningkatkan buah dan sayur, istirahat yang cukup dengan tidur 6 sampai 7 jam dan Kelola Stres.

"Kesehatan psikis itu mempengaruhi kesehatan fisik. Kalau lagi stres bisa rekreasi atau ibadahnya diperbanyak," pungkasnya.

Sudah dilihat 67 kali

Komentar