Traditional Cannon From Gunungkidul

26550 medium post 35737 6052f95f 3594 4243 b6a7 cdcbad7d8b92 2018 06 08t22 42 20.853 07 00
Setelah hari puasa ke 20 biasanya orang - orang mulai sibuk dengan persiapan selikuran, malam Nuzulul Qur'an dan persiapan takbir.
Dan sudah merupakan tradisi di Gunungkidul kalau takbir di lombakan.
Mulai dengan kekompakan, keserasian, kreasi, koreografi dan kreativitas dalam pembuatan lampion sampai piranti gunungan takbir.
Biasanya perserta menyiapkan properti takbir sesempurna mungkin.
Namun jauh - jauh hari sebelum takbir, anak- anak dan pemuda desa kami sudah sibuk dengan pembuatan trasional cannon atau meriam bambu atau sebutan akrab di telinga kami adalah long.
Long adalah permainan yang sangat menyenangkan untuk kami anak - anak kampung.
Kami merasa sepwrti pejuang yang menyalakan meriam untuk melawan penjajah. Semakin keras bunyinya, semakin bahagia hati kami.
Meriam bambu berbahan dasar bambu petung dengan bahan bakar minyak tanah, namun akan lebih ekstrim bunyinya jika bahan bakar dicampur dengan karbit.
Suara yang dihasilkan akan mengelegar memekakkan telinga di dengar oleh seisi kampung dan hal itulah yang akan selalu kami rindukan.
Permainan meriam bambu adalah permainan tahunan yang ada dan ramai di mainkan di bulan puasa saja.
Kami anak - anak desa akan selalu merindukan moment indah ini saat dewasa nanti.
Sampai jumpa pada bulan puasa tahun depan, semoga kami akan selalu bersama.
Damai kami sepanjang hari.
Sudah dilihat 52 kali

Komentar