Tower Telkomsel di Laren Didemo Warga

5902 medium 34318
Polemik tower Base tranceiver Station (BTS) milik PT Telkomsel di atas lahan H Ashab Firdaus yang berlokasi di RT 1/RW 3 Desa Laren, Kecamatan Laren, Lamongan sejak berdiri pada 2005, masih terus berlangsung hingga kini. Warga merasa diabaikan karena keberatan mereka tak pernah digubris instansi berwenang. Padahal jarak tower dengan beberapa rumah warga hanya dipisahkan jarak selebar 5 meter.

Tak hanya dampak radiasi frekuensi radio, warga sempat trauma dengan jatuhnya komponen besi pada 2012 sebanyak dua kali ang nyaris mencelakai. Selain itu, bunyi bising dari genset untuk operasional BTS ketika listrik padam, sangat mengganggu akibat terlalu dekat dengan pemukiman. Hal itu yang memicu kekesalan warga setelah kontrak perpanjangan lahan kedua terungkap.

Padahal 28 April 2015, warga sudah melayangkan surat penolakan perpanjangan izin dan sewa menara itu. Kepala Desa Laren kala itu bahkan sudah menyampaikan kepada pemilik lahan. Respon positif sebenarnya sudah ditunjukkan H Ashab Firdaus dengan menghubungi Telkomsel. Nyatanya, setelah dijanjikan akan menemui warga, hingga kini polemik menara itu terus berlanjut.

Yang terjadi malah perizinan tetap dikeluarkan Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP), Badan Lingkungan Hidup dan Satpol PP Kabupaten Lamongan. Amin, salah satu perwakilan warga menduga, perpanjangan BTS Telkomsel didapat melalui proses ilegal.
Sudah dilihat 361 kali

Komentar