Tokoh Inspiratif: Siapa Bilang Jadi Petani Tak se Sukses PNS, Pria Dua Anak Ini Sukses Berkat Ketekunanya Sebagai Petani

25246 medium img 20180508 wa0054
Lebih memilih bertani di kampung daripada kerja jadi pegawai negeri sipil (PNS)?" itulah sepenggal kata yang terlontar dari seorang pria berusia 37 tahun yang saat ini menjadi ketua kelompok tani di desanya.
Meskipun saat ini banyak orang menganggap bekerja di sektor pertanian dinilai tidak menarik, karena selain penghasilannya relatif rendah, bertani juga dianggap kurang bergengsi dibandingkan menjadi seorang PNS atau pekerjaan di kota lainnya.
Sehingga tidak mengherankan jika arus urbanisasi dari desa ke kota-kota besar selalu meningkat dari tahun ke tahun, sementara di perdesaan kekurangan tenaga kerja, khususnya usia muda, terutama di sektor pertanian.
Namun daya tarik kota ternyata tidaklah menggoda pikiran Riyadi atau yang akrab di sapa Gondrong untuk menjadi seorang PNS ataupun meninggalkan desanya, Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.
"Kalau kerja jadi PNS ada ancaman pemecatan atau pensiun, kalau jadi petani gak akan ada pemecatan ataupun pensiun. Saya lebih suka bertani,"
Seperti di ketahui Tokoh pemuda inspiratif asal Kadirejo ini yang juga Ketua Forum Tani Muda Jawa Tengah merasa Bangga menjadi seorang Petani. Salah satu yang ia tekuni dalam bertani saat ini yakni membuka usaha dengan pengembangan tanaman pakan ternak Indigofera zollingeriana.
Seperti kita lihat realita yang ada saat ini, pemuda lebih bangga jadi PNS atau pegawai bank bahkan buruh pabrik dan bukan lebih bangga jadi petani.
Lebih lanjut ia menuturkan, profesi petani ini bisa diwariskan langsung ke anak cucunya, berbeda dengan pegawai bank atau PNS yang belum tentu jika orang tuanya PNS anaknya akan otomatis jadi PNS.
Riyadi juga bercerita awal mula dirinya merintis pendirian CAHAYA BARU sebuah usaha sentra pembibitan rumput dan legume yang beralamatkan di Desa Kadirejo ini, konsepnya pembibitan berangkat dari sebuah observasi bahwa hasil ternak dijateng masih kurang maksimal, setelah dicermati dan dianalisa ternyata salah satunya karena pakan ternaknya kurang bagus, padahal salah satu kunci utamanya keberhasilan berternak adalah dari pakan yang bagus. Setelah dirinya bertemu dengan profesor luki Abdullah dari IPB hingga akhirnya ditemukanlah tanaman jenis indigofera zollingeriana. Yang merupakan hasil riset memiliki nutrisi/protein hingga 30 % .
"Saat ini pemasaranya sudah ke jatim jabar dan luar jawa, bahkan di jateng sudah menyebar lebih 60 persen dari wilayah yang ada dan telah mengunakan bibit indigofera zollingeriana. Bibit pakan dari kami cocok untuk sapi potong, perah dan kambing juga bahkan untuk peternak kelinci dijamin akan doyan makanan ini," terang riyadi
"Pada prinsipnya saya sudah berusaha maksimal, soal hasil akhir dan rejeki sudah ada yang atur,” terang pria low profile kelahiran 24 agustus 1981 ini.
Riyadi sendiri memulai usahanya pada medio Oktober 2014 diatas lahan 2 hetrare.
Kini berkat ketekunanya dan mampu memberdayakan warga sekitar dirinya dipercaya sebagai ketua FTMJ (Forum Tani Muda Jateng).
Sudah dilihat 87 kali

Komentar