Terdampak Kemarau, Tanaman di Jalur Hijau Kota Bogor Berguguran

5 July 2019, 18:38 WIB
0 0 174
Gambar untuk Terdampak Kemarau, Tanaman di Jalur Hijau Kota Bogor Berguguran
Oleh : Husnul Khatimah

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Musim kemarau yang melanda wilayah Kota Bogor sejak Juni hingga sekarang membawa dampak bagi tanaman hias dan tanaman hijau lainnya di sepanjang jalur hijau dan taman-taman Kota Bogor.



Kepala Bidang Pertamanan Penerangan Jalan Umum dan Dekorasi Kota, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Muhammad Hutri mengatakan, akibat curah hujan yang rendah tanaman yang berguguran terus meningkat.



"Semakin meningkat kita tidak memungkiri bahwa kondisi cuaca terutama menurunnya curah hujan itu sangat berdampak. Sampai sekarang 15-20 persen tanaman yang mati," ujar Hutri, Kamis (4/7/2019).

Dia mengatakan kondisi ini cukup memprihatinkan karena mengurangi estetika keindahan taman apalagi Bogor memiliki banyak taman yang juga menjadi salah satu penarik bagi wisatawan.

"Memang kondisi bulan ini dari BMKG dinyatakan kondisi dalam musim kemarau namun kita tetap berupaya melakukan strategi penyiraman, yang Warung Jambu ke Pajajaran, Ekalokasari jadi prioritas penyiraman dilakukan dua kali, pagi dan sore," ungkap Hutri.

Meski jumlah tanaman yang mati meningkat namun Hutri mengaku belum ada peningkatan untuk penyiraman tanaman.

"Sampai dengan sekarang kita lakukan mekanisme penyiraman dua kali sehari. Ke depan dievaluasi jika diperlukan penambahan ritme penyiraman, kita tambah sebagai antisipasi di musim kemarau," katanya.

Sementara untuk tanaman yang sudah mati sambung Hutri akan dilakukan penggantian yang dipriotaskan di sepanjang kawasan Warung Jambu hingga Lippo Plaza Ekalokasari.

"Untuk pemeliharaan intensif terus kita laksanankan baik segi pemeliharaan maupun pergantian buat tanaman yang mati. Kita juga harapkan mudahan-mudahan kemarau segera berkhir segera hujan," tukasnya.

  Komentar untuk Terdampak Kemarau, Tanaman di Jalur Hijau Kota Bogor Berguguran

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020
  2. MENGAWAL KEBIJAKAN RESPONSIF JENDER DARI DESA

    Yani Mashudi  di  Manyar, Gresik  |  23 Sep 2020
  3. KOMUNITAS BELAJAR MADANI SOLO (KOMBES) terbentuk!

    Tina Dewi S  di  Surakarta Kota  |  22 Sep 2020

Komentar Terbanyak

  1. 15
    Komentar

    Royongan Komposter

    Narumi Akana  di  Wonosobo  |  27 Sep 2020
  2. 4
    Komentar

    Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020
  3. 4
    Komentar

    FORUM MADANI WONOSOBO

    Bhayu Surya  di  Wonosobo, Wonosobo  |  24 Sep 2020
  4. 2
    Komentar

    Boomingkan Literasi, TBM AL-LATIF Berkolaborasi dengan KKN UIN SMH Banten 2020

    @leo_ikals  di  Mandalawangi, Pandeglang  |  19 jam lalu