TENTANG BANDARA KITA

33066 medium post 41690 6fbbc9b9 a640 47b8 b5f3 b6275e441f90 2018 09 15t15 03 41.133 08 00 33068 medium post 41690 8542b1fc 707b 4cd2 9938 6804b87641d7 2018 09 15t15 04 37.002 08 00
Kisruh penggantian nama BIL (Bandara Internasional Lombok) yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah menuai kontroversi pada banyak kalangan. Tarik ulur perubahan nama ke BIZAM (Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid) masih terus berlanjut. Diskusi demi diskusi bahkan orasi di beberapa tempat oleh berbagai elemen di Kabupaten Lombok Tengah terus berlanjut dengan satu tujuan mendasar yaitu menolak penggantian nama bandara atau setidaknya merapikan prosedur.
Sudah berulang kali juga saya coba browsing, memilah dan memilih sekian regulasi yang menaungi transportasi udara. Mulai dari undang-undang hingga peraturan pemerintah. Tetapi tidak satupun saya temukan regulasi yang mengatur tentang prosedur pemberian dan atau penggantian nama sebuah bandara. Atau mungkin saya yang koplak yyaaaaaaa ....entahlah. Cuma saya rada heran.
Pada sebuah diskusi yang saya ikuti tentang kebandaraan yang juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Perhubungan (bagian perhubungan udara) hal itu menjadi sedikit terang. Salah seorang narasumber menyampaikan bahwa memang Indonesia belum memiliki aturan yang baku tentang pergantian nama bandara. Nama bandara (baru ataupun penggantian) dapat diusulkan oleh siapapun baik secara individu maupun lembaga dengan catatan memenuhi persyaratan administrasi yang ditentukan oleh pihak Kemenhub.
Tentu ini menjadi dasar pertanyaan lanjutan. Artinya, siapa pun boleh mengajukan pergantian nama bandara. Dalam kasus yang saat ini terjadi di NTB. Penggantian nama sudah diusulkan oleh Pemprov NTB dan diterima oleh Kemenhub. Bisa jadi nanti kemudian hari pihak Pemda Lombok Tengah atau pihak lain juga mengusulkan hal yang sama. Lantas, kapan selesainya perdebatan nama ini?
Jangan sampai kebijakan menimbulkan kebingungan di masyarakat. Itu dapat menjadi dalih kuat gugatan masyarakat kepada pemerintahnya. Kadang juga aksi ini bisa berakhir ricuh dan anarkis. Tolong jangan buat Lombok Tengah kami yang adem ayem menjadi panas. Semoga ada solusi bijak dari para tuan ....
Berubah bersama #AtmaGo
Wujudkan upaya warga bantu warga
Sudah dilihat 58 kali

Komentar