Tawuran di Gerak Jalan Brondong, Enam Luka Parah

6303 medium 35362
Gerak jalan dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 di Kecamatan Brondong, Minggu (21/8) petang, berubah menjadi arena bentrok massal yang melibatkan ratusan pemuda dari berbagai dusun. Pertikaian itu bahkan nyaris jadi ajang pembantaian karena salah satu pihak, mempersenjatai diri dengan pedang.
Setidaknya, 10 pemuda diamankan untuk dimintai keterangan. Sedangkan 6 korban yang terluka parah akibat sabetan pedang, masih jalani perawatan intensif di RSUD dr Soegiri dan RSU Muhammdiyah.
Saat ini polisi masih melakukan pengembangan dan menetapkan 8 tersangka penyerangan di Puskesmas Prambon. Yakni Ebit Erwin (24), Edy (27), Zainul (25), Yudi (25), Boby (20), Anto (19), Sobirin (26), semuanya warga Dusun Mencorek. Sedangkan satu tersangka lainnya adalah Nasik Alpoke (32) warga Dusun Piluk Desa Sumberagung.

Bentrok terjadi di tengah gerak jalan ketika tim dari Dusun Mencorek, Desa Sendangharjo dan Dusun Cumpleng, Desa Brengkok terlibat aksi saling salip. Entah dipicu luka lama atau sekedar iseng, tim dari Dusun Mencorek menyalip di tengah-tengah barisan tim Dusun Cumpleng. Tak pelak, terjadi saling senggol dan berbuntut aksi saling ejek. Tak butuh waktu lama, kedua peserta terlibat baku pukul.

Saat perkelahian itu berlanjut, saksi mata melihat seseorang membawa pedang. Dalam bentrok tersebut Faruk (21) warga Dusun Mencorek mengalami luka sobek di tangan sehingga dilarikan ke RSU Muhammadiyah Lamongan. Sedangkan di pihak Dusun Cumpleng, Ihamudin (17) mengalami luka sabetan sajam di kepala dan punggung.

Mendengar Faruk jadi korban pembacokan, pemuda Dusun Mencorek berkumpul dan sepakat mendatangi warga Dusun Cumpleng yang saat itu berada di Puskesmas Prambon. Bentrok kedua pun berlanjut dan tambah sengit. Di kejadian kedua ini, korban berjatuhan tambah banyak, empat diantaranya mengalami luka parah semuanya dari Dusun Cumpleng. Yakni Aspandi (40), Hendi Susilo (18), Suwarno (40) dan M Solihin (21). Ihamudin dan Aspandi akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soegiri karena lukanya paling parah. “Korban luka parah karena dibentrok kedua ada yang membawa senjata tajam. Ndak tahu dari pihak mana,” terang salah satu petugas medis di puskesmas Prambon yang menyaksikan kejadian.

Kabar yang berkembang, bentrok itu tak lepas dari rivalitas antarperguruan pencak silat. Apalagi dari 10 terperiksa, separuhnya merupakan anggota perguruan pencak silat. Dalam pemeriksaan kemarin, polisi memisahkan dua kelompok tersebut sesuai asal dusunnya.

Komentar

  • 1034 new thumb picture

    bocah2 saiki pancen sakjane gak usah di kongkon melu pencak silat, mundak anggak. akeh sing urung kuat imane.

  • Missing avatar

    melok pencaksilat kok dadi anggak , mlete dhewe dhewe