Tarif Transjabodetabek Premium Bekasi-Jakarta Diskon Rp 10.000

22996 medium 20170908berita foto beginilah ujicoba bus transjabodetabek premium 20170908 195916
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan menyatakan, tarif bus Transjabodetabek Premium dari Bekasi ke Jakarta diturunkan hingga 50 persen . Tarif yang awalnya Rp 20.000 kini menjad Rp 10.000 per orang.

"Mulai Senin (19/3), diberikan harga promo diskon 50 persen tarif bus Transjabodetabek," kata Bambang Prihartono, Kepala BPTJ pada Senin (19/3/2018).

Bambang mengatakan, penurunan tarif ini merupakan strategi marketing untuk mendongkrak okupansi penumpang bus. Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, perpindahan penumpang dari kendaraan pribadi ke angkutan massal tersebut baru mencapai 30 persen.

Angka ini belum memuaskan dibanding dengan ketersedian bus hingga 48 unit. Bus ini disediakan oleh tiga perusahaan otobus (PO) yakni Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD), TransJakarta (Royaltrans) dan Bluebird (Big Bird).

Menurut Bambang, peralihan pengendara mobil pribadi ke angkutan umum merupakan implementasi dari tiga paket kebijakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Tiga paket kebijakan ini berlaku di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) melalui Permenhub Nomor 99 tahun 2018 dan Permenhub Nomor 18 tahun 2018.

Tiga paket kebijakan ini adalah aturan ganjil-genap pelat kendaraan golongan I di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta. Lalu pembuatan jalur khusus angkutan bus di bahu jalan tol, dan pembatasan jam operasional kendaraan barang (dua arah) pada golongan III, IV dan V.

Ketiga paket kebijakan ini berlaku mulai Senin, 12 Maret 2018 setiap hari kerja, Senin-Jumat dari pukul 06.00-09.00. Sementara akhir pekan dan libur nasional ditiadakan.

Selain penurunan tarif bus, tarif parkir kendaraan milik penumpang juga demikian. Tarif yang awalnya Rp 10.000 menjadi Rp 5.000 per kendaraan dengan catatan menunjukkan tiket bus Transjabodetabek saat bertransaksi di loket parkir.

Bambang memastikan, penurunan tarif ini tidak merugikan perusahaan penyedia jasa tersebut. Sebab mereka memiliki penghitungan bisnisnya masing-masing dengan kajian yang sistematis. [wartakota tribunnews]
Sudah dilihat 60 kali

Komentar