Tarif Batas Bawah untuk Uber, GrabCar, dan GO-CAR Lebih Mahal dari Biasanya

14503 medium data


Tarif batas bawah yang dikenakan adalah mulai Rp3.500 per KM dan batas atas mulai Rp6.000 per KM.

GO-JEK telah melakukan sosialisasi terkait aturan baru ini, sementara Uber dan Grab masih menunggu arahan pemerintah sebelum menentukan tarif baru.

Pada tanggal 1 Juli 2017 kemarin, Kementerian Perhubungan resmi memberlakukan batasan tarif atas dan tarif bawah untuk layanan transportasi online seperti , , dan . Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 26/2017 yang baru disahkan pada tanggal 31 Maret 2017 yang lalu, menggantikan aturan sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Perhubungan No. 32/2016.
Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto, pemberlakuan tarif tersebut akan dibagi dalam dua wilayah. Wilayah I mencakup pulau Sumatera, Jawa, dan Bali, sedangkan Wilayah II mencakup pulau Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

“Untuk Wilayah I, ditetapkan tarif batas bawah sebesar Rp3.500 per kilometer, dan batas atas sebesar Rp6.000. Sedangkan untuk Wilayah II ditetapkan tarif batas bawah sebesar Rp3.700 per kilometer, dan tarif atas Rp6.500,” tutur Pudji .


Hal ini pun praktis akan membuat tarif transportasi online lebih mahal dari biasanya, bahkan menyamai tarif yang berlaku untuk taksi konvensional. Sebagai informasi, taksi konvensional pun , dengan tarif buka pintu sebesar Rp6.500.

Senior Vice President (SVP) Operations GO-JEK Arno Tse menyatakan kepada Tirto kalau pihaknya terkait pemberlakuan tarif baru. Sedangkan pesaing mereka Uber dan Grab menyatakan masih menunggu arahan pemerintah sebelum memutuskan untuk menetapkan tarif baru.
Selain membahas tentang batasan tarif atas dan bawah, aturan Menteri Perhubungan tersebut juga membahas tentang tanda khusus berupa stiker, hingga jenis mobil yang boleh beroperasi. Pudji menyatakan kalau setelah ini pihaknya akan menindak tegas para penyedia layanan transportasi online yang tidak mengikuti aturan.
“Seperti disampaikan Pak Menteri, kami akan melakukan monitoring dan pengawasan. Sanksinya sendiri sesuai dengan aturan yang berlaku, mulai dari teguran hingga penonaktifan aplikasi,” jelas Pudji.

Uniknya, setelah penerapan aturan tersebut, saham taksi konvensional seperti Blue Bird dan Express Group di bursa saham . Tentu saja hal yang menarik untuk disimak berikutnya adalah apakah perubahan tarif ini juga akan berpengaruh terhadap jumlah masyarakat yang menggunakan layanan transportasi online tersebut.

Semoga bermanfaat dan membuat kita lebih bijak menyikapi perubahan.

Disarikan dari techinasia

Sudah dilihat 39 kali

Komentar