Tarif angkot tetap

warga di sekitar Anda di Kota Malang, Malang Raya
6352 medium images %2810%29

BBM Turun, Tarif Angkot Tetap
Dishub Pertimbangkan Kondisi Ekonomi
SAMARINDA. Meskipun pemerintah pusat telah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tampaknya tidak akan mengubah tarif angkutan kota (angkot) di Samarinda. Hal ini berdasarkan tren warga Kota Tepian saat ini yang masih minim menggunakan angkot.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Abdullah mengatakan, dikhawatirkan jika ada penyesuaian tarif, justru akan mempengaruhi kondisi ekonomi pengusaha angkot. Karena, di ibu kota Kaltim ini warganya sudah sangat jarang memanfaatkan angkutan untuk bepergian. “Kami lihat warga lebih sering angkutan roda dua atau kendaraan pribadi. Jika ada penyesuaian lagi kami khawatir justru pengusaha angkutan yang teriak,” ucapnya.
Ia menambahkan, tarif berapa pun di Samarinda, pengguna angkot juga tidak akan bertambah. Bahkan tiap tahun terus menurun. Atas dasar itulah pihaknya tidak akan mengubah tarif angkot. “Memang BBM sudah turun, tapi dengan pertimbangan ekonomi tarif tidak akan kami ubah,” imbuhnya.
Walaupun belum ada pembicaraan antara pihaknya dengan pengusaha angkutan, tetapi menurutnya, kondisi angkot sebagai sarana transportasi sudah sangat tidak menjanjikan lagi dari segi bisnis. “Bukan rahasia lagi jika kondisi angkot itu seperti mati segan hidup pun tak mau. Jadi ini yang jadi pertimbangan kami,” papar Abdullah.
Memang di daerah lain, lanjut Abdullah, ada penyesuaian tarif angkutan dalam kota. Tetapi hal itu didasari dengan kondisi pengguna angkot yang masih tinggi. Sehingga tidak masalah jika tarif yang berlaku diturunkan. “Sementara tren di sini lebih kepada angkutan roda dua atau kendaraan pribadi. Jadi agak susah mengambil keputusan penurunan tarif,” pungkasnya. (hfz/sal)

Sudah dilihat 88 kali

Komentar