TAK KENAL JANGAN KAU SAYANG ( PILIH )

46217 medium post 53014 1bd77df0 6a70 4cb7 a41c 6d3f70bea5f5 2019 01 15t10 55 18.941 07 00
Akhirnya saya memberanikan diri memposting tulisan ini. Tulisan hasil pemikiran seorang ibu, seorang perempuan setelah mendengar, melihat, membaca dan menikmati panggung politik yang sedang heboh - hebohnya.
Saya ibu yang aktif di beberapa komunitas, organisasi dan kegiatan. Salah satu kegiatan saya adalah menjadi tim PSE ( Pengembangan Sosial Ekonomi ) di gereja Ganjuran. Dan mengawali tahun ini, gereja Ganjuran khususnya Tim Kerja Kerasulan Kemasyarakatan mempersembahkan karya pelayanan perdana berupa edukasi politik.
Sungguh beruntung saya bisa hadir dalam sarasehan yang bertema "Menjadi pemilih yg cerdas dan Beriman" ini. Diselenggarakan pada Hari Minggu, 6 Januari 2019 pukul 10.00 - 12.30 WIB, bertempat di Aula SMA Stelladuce Bambanglipuro.

Narasumber pada acara ini diantaranya adalah Lukas Ispandriarno, Hari Sarwoto dan Edi S Miko. Mereka ini tergabung dalam tim komitmen bersama yang dibentuk Keuskupan Agung Semarang dalam persiapan pileg dan pilpres.
Beberapa kesimpulan dan pembelajaran yang saya tangkap saya coba tuangkan disini.

Mengapa gereja merasa perlu melakukan kegiatan ini?
Karena semakin perlunya pendampingan supaya umat memilih dengan baik dan berguna untuk bangsa. Menjadi pemilih yg cerdas (menggunakan akal Budi ) juga beriman (memilih dengan hati nurani dan keyakinan)
Di tahun-tahun belakang , tahun sebelum 2009 umat tidak banyak dihimbau dalam kesadaran berpolitik, sehingga banyak diantaranya tidak peduli dan memilih golput. Saya termasuk salah satunya saya tidak peduli dengan apa ,siapa yang akan saya pilih dalam pemilihan umum.

Tetapi seperti disampaikan Rama FX. Krisno Handoyo Pr pada kesempatan sarasehan tersebut, mengutip yang disampaikan Bapa Paus Fransiskus mengatakan, umat Katolik tak boleh acuh tak acuh pada politik, tetapi bahkan harus memberikan pendidikan dan pemahaman politik yang baik pada keluarganya . Umat hendaknya terlibat dalam bidang politik. Mampu memberikan pilihan terbaik , berpolitik sesuai aturan gereja merupakan bentuk tertinggi dari pelayanan kepada umum. Bahkan umat yang tidak terpanggil berpolitik praktis pun, hendaknya tidak hanya menjadi warga negara pengeluh tetapi tetap memberikan masukan , ide, kritik yang membangun .
Saya pikir hal - hal tersebut hendaknya dipahami pula oleh masyarakat pada umumnya.

Sedangkan dalam konteks politik seperti itu, Gereja Katolik sebagai bagian dari bangsa Indonesia dipanggil untuk ikut terlibat dalam upaya
menghidupi, dan mengembangkan demokrasi demi terwujudnya kesejahteraan hidup bersama (bonum commune).

Masa ini kata berpolitik menjadi kata yg menakutkan untuk sebagian awam. Tim pengisi acara dari keuskupan yang dibentuk 15 Oktober 2017 diatas mendapati temuan , beberapa ketua lingkungan bahkan tidak datang saat diundang jika tahu tema suatu acara adalah politik. Dan dalam masyarakat luaspun, memang saya melihat sendiri banyak warga merasa enggan dan merasa tidak perlu menghadiri acara-acara bernuansa politik.
Mengapa sampai demikian?
Ada beberapa sebab , diantaranya adalah karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang politik sehingga politik perlu disampaikan secara ilmiah seperti keilmuan yang lain. Bahwa politik adalah suatu tujuan mulia membentuk suatu kota dan atau negara dengan tatanan yang baik yang dibangun demi kebaikan bersama.
Yang kedua masyarakat awam rancu dalam membaca berita politik. Berita - berita seperti "politikus tertangkap tangan melakukan korupsi, tokoh politik A melakukan kampanye kotor" dianggap sebagai kondisi global dan membentuk anggapan politik itu kotor dan kejam.
Pandangan - pandangan negatif tersebut yang harus kita pupus bersama.

Seperti kita ketahui tanggal 17 April tahun ini kita akan memilih anggota DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten juga memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden. Saya pikir masih ada cukup waktu untuk kita mencari tahu siapa yang akan kita pilih.
Dalam beberapa kesempatan, di gereja saya mendengar slogan jika 💯% katolik haruslah 💯% Indonesia.
Tunjukkan hal tersebut dengan cara memilih , menggunakan hak suara kita dengan bijaksana.
Gereja mempercayakan keterlibatan umat dalam ruang politik, memanfaatkan momen pemilu sebagai ajang umat untuk membentuk suatu peradaban kasih.
Kita juga sering mendengar slogan "Pemilih Berdaulat Negara Kuat." Berdaulat artinya disini mempunyai kuasa, wewenang sebagai pemilih.
Tantangan mewujudkan Indonesia menjadi negara yg kuat dalam korelasinya pemilu adalah :
1. Ada warga negara yang menjatuhkan pilihan untuk tidak memilih
2. Ada pihak-pihak dan golongan tertentu yang tidak mau berdemokrasi, ngin membentuk negara baru. Dan hanya mementingkan kepentingan kelompoknya.
Dalam sarasehan yang saya ceritakan diatas saya mendapat tips dan prinsip yang ingin bagi dalam kesempatan menulis kali ini , prinsip tersebut adalah prinsip IKI ( Ideologis Kapasitas Integritas )
Pahami IKI dari masing-masing calon yang akan kita pilih.
👉Ideologi : apakah selama ini dia menunjukkan perilaku berpancasila?
👉Kapasitas : apakah mempunyai kemampuan yang memadai ?
👉Integritas : apakah dia satu kata dengan perbuatannya apa tidak? Apakah dia menyebarkan hoax dan pengujar kebencian ?
Ada juga prinsip dari sebuah frasa latin yang disampaikan yaitu Dalam necessariis unitas, di dubiis libertas, di omnibus caritas umumnya diterjemahkan sebagai "persatuan dalam hal-hal yang perlu; kebebasan dalam hal-hal yang meragukan; cinta dalam segala hal" 
Jadi kalau boleh saya mengajak teman-teman pembaca khususnya para ibu seperti saya, kita mungkin bukan timses siapapun tapi kita menitipkan masa depan anak - anak kita pada pemilu ini.
Untuk itu kita akan menjadi pemilih yang cerdas kan? Memperhatikan caleg - caleg itu dengan metode mengamati dan memilih.
Masih ada waktu yang cukup , kita niatkan untuk suatu perubahan yang baik dan kita bawa dalam doa sesuai keyakinan kita masing-masing bahwa suara kita akan membawa negara kita menjadi negara yang berdaulat, makmur dan maju.
Demikian tulisan ini saya buat dengan segala kerendahan hati dan segala keterbatasan saya , karena saya ingin berbagi yang saya ketahui.
Maafkan saya jika kurang berkenan atau ada kesalahan dalam penyampaiannya , semoga bermanfaat.
Sudah dilihat 134 kali

Komentar