Sutrami Tak Terima, Inilah Yang Dialami Anaknya Selama Di Pondok Pesantren

Header illustration
Kemarahan Sutrami, ibu Adam, siswa MTs At - Taqwa Kranji Paciran sangatlah beralasan.
Betapa tidak, seperti diungkapkan Sutrami, Adam sebenarnya sudah sering mengeluh atas kejadian yang dialaminya di pondok pesantren.
Diungkapkan, Kamis (8/12/2016), korban pulang mengeluh uangnya hilang sebesar Rp 100 ribu. Bahkan pada bulan September 2016,' korban pulang tanpa seizin pengasuh pondok karena badannya katanya sakit semua.
Sering malas makan pada saat di pondok pesantren. Saat itu Sutrami kemudian membujuk Adam untuk kembali ke pondok, Sutrami mengantar Adam ke pondok dan menemui salah satu pengasuh pondok sekaligus mengadukan keluhan korban, dengan kejadian yang telah dialaminya selama di pondok pesantren.
Diungkapkan, korban sering disuruh mencuci baju kakak seniornya.
Pernah korban berontak, karena harus mau mencucikan baju seniornya. Tapi seniornya mengancam akan merusak almarinya korban.
Pada Oktober 2016, korban pernah juga kepalanya memar dan mengadu pada Sutrami, katanya habis disiksa oleh temannya.
Menurut Wellem Mintarja, bahwa apa yang diungkapkan Sutrami tentang anaknya itu menunjukkan selama ini ternyata korban tertekan.

Komentar