Surakarta uji coba pembelajaran tatap muka

1 0 32
Gambar untuk Surakarta uji coba pembelajaran tatap muka
Surakarta – Persiapan Pembelajaran Tatap Muka ( PTM ) untuk sejumlah sekolah di Kota Surakarta pada masa Pandemi Covid – 19 sedang dipersiapkan secara matang oleh pemerintah daerah dengaan dikoordinasi oleh Gugus Tugas Covid–19 Kota Surakarta. PTM dimulai dengan simulasi terlebih dahulu dengan melibatkan beberapa sekolah yang dinilai sudah siap dengan sarana dan prasarana belajar tatap muka new normal masa Pandemi Covid–19.

Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo dalam Rapat Koordinasi Koordinasi Dan Paparan Rencana Persiapan Pelaksanaan Pembelajaran Satuan Pendidikan Dengan Tatap Muka Pada Masa Pandemi Oleh Dinas Pendidikan Kota Surakarta Kepada Satgas Covid 19 di Kota Surakarta, mengatakan, diperlukan persiapan matang, terencana dan terkoordinasi dengan baik dan kuncinya adalah komunikasi semua elemen. Semua personil di sekolah termasuk guru dan semua karyawan harus di-rapid test sebelum dilakukan pembelajaran. Sterilisasi semua alat belajar mengajar diperlukan juga dengan penyemprotan desinfektan.

“Proses belajar mengajar sesuai protokol kesehatan dimulai dengan simulasi dahulu selama seminggu untuk setengah kelas dan separuhnya seminggu kemudian. Ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19,” kata Walikota.

Penyiapan sekolah dari semua segi lakukan antara lain dengan penyusunan kurikulum penyesuaian, pengaturan kelas belajar, pengaturan jam belajar, penyusunan protokol berangkat dan pulang sekolah, kantin dan akses PKL luar sekolah ditutup, panduan dan penyiapan CTPS di sekolah, thermo gun, penyemprotan desinfektan di lingkungan sekolah, bekal dan penyiapan kelengkapan pribadi sekolah ( APD, masker, face shield, hand sanitizer, sapu tangan pribadi ), bahan sosialisasi dan media informasi serta akses layanan kesehatan terdekat. "Sekolah yang disasar sudah berkoordinasi dengan meminta izin orang tua murid," katanya.

Sementara Dinas Perhubungan diminta Walikota menyediakan transportasi angkot feeder sebanyak 121 buah untuk penjemputan anak sekolah yang tidak bisa dijemput orangtuanya lantaran waktu pulang sekolah pada jam kerja. Angkot yang dipergunakan masimal bisa diisi enam siswa dengan pengaturan tempat duduk. Sedangkan pengemudi serta asisten pengemudi bertanggung jawab terhadap protokol kesehatan sebelum siswa naik, di dalam mobil serta saat turun dari mobil.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Komunitas Motor (Sezari C70 ) Lombok Timur Peduli Lingkungan

    sosiawanputra  di  Pringgasela, Lombok Timur  |  26 Nov 2020
  2. Semangat Harlah KOPRI dari Pulau Putri

    Nensi Indri  di  Gresik  |  30 Nov 2020
  3. Suro Amerta Surokarsan Titik Finish Gowes Bareng Promosi Wisata Kampung

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  29 Nov 2020
  4. TASYAKURAN PEMBUKAAN KEMBALI SSB PELITA TUNAS CICURUG-SUKABUMI

    Firman Ardiansyah  di  Cicurug, Sukabumi Kabupaten  |  29 Nov 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    TASYAKURAN PEMBUKAAN KEMBALI SSB PELITA TUNAS CICURUG-SUKABUMI

    Firman Ardiansyah  di  Cicurug, Sukabumi Kabupaten  |  29 Nov 2020
  2. 2
    Komentar

    Hayya 'Alal Jihad Itu Lafazh Bid'ah Dalam Azan

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Kemang, Bogor Kabupaten  |  30 Nov 2020
  3. 1
    Komentar

    Jurus Jitu Camat Menurunkan Angka AKI-AKB

    Sarip Hidayatulloh  di  Parungkuda, Sukabumi Kabupaten  |  29 Nov 2020
  4. 1
    Komentar

    Komunitas Motor (Sezari C70 ) Lombok Timur Peduli Lingkungan

    sosiawanputra  di  Pringgasela, Lombok Timur  |  26 Nov 2020