Sosialisasi dan Pendampingan Pengembangan Kehutanan Rakyat KTH Wana Bangun Asri

54119 medium post 60310 4ce608e3 a49b 4d45 abb8 e69383e6b016 2019 03 17t13 44 46.047 07 00 54196 medium post 60310 85070566 9ac2 44f8 96d0 a66d4fc3ebb9 2019 03 18t04 31 16.084 07 00
Kegiatan pembangunan kehutanan memiliki peran sangat penting. Menurut Permenhut No. P.29/Menhut-II/2013, pendampingan adalah aktivitas yang dilakukan secara terus-menerus pada kegiatan pembangunan kehutanan rakyat untuk meningkatkan keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan kehutanan serta keberdayaan menuju kesejahteraan masyarakat.
Keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan kehutanan merupakan pengurusan dan penggunaan hutan dan lahan hutan dengan cara dan pada tingkat yang mempertahankan keanekaragaman hayati yang ada, produktivitas, kapasitas regenerasi, vitalitas dan potensi mereka untuk memenuhi sekarang dan di masa depan, fungsi ekologi, ekonomi dan sosial yang relevan, di tingkat lokal, nasional dan global, dan yang tidak menyebabkan kerusakan ekosistem lainnya. Sedangkan keberdayaan maupun pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat merupakan keadaan masyarakat yang dapat berdiri sendiri, tumbuh dan berkembang karena disiplin dan komitmen sehingga dapat menentukan diri sendiri yang dinyatakan dalam tindakan dan perilaku yang dapat dinilai.
Sasaran pendampingan kegiatan pembangunan kehutanan meliputi kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Kegiatan ini di antaranya meliputi pemetaan patisipatif, hutan kemasyarakatan, hutan desa, hutan tanaman rakyat,rehabilitasi hutan dan lahan, kebun bibit rakyat, hutan rakyat kemitraan, model desa konservasi, pencegahan kebakaran hutan, pengembangan daerah penyangga, jasa lingkungan.
Demikian dikatakan Dr. Ir. Bambang Supiyanto, MM mantan Sekretaris Direktorat Jendral Rehabilitasi Lahan Perhutanan Sosial dan Planologi Kehutanan DIY. Pada acara Silahturahmi, dan Pendampingan Sosialisasi Pengembangan Hutan Rakyat Pola Pengkayaan KTH Wana Bangun Asri di Dusun Prangkokan Purwosari Girimulyo Kulon Progo. Sabtu, 16 Maret 2019. Dalam acara tersebut dihadiri sebanyak 31 orang anggota Kelompok Tani Hutan.
Selanjutnya beliau juga mengatakan bahwa pengembangan kawasan hutan rakyat yang dilakukan KTH Wana Bangun Asri kedepan harus mampu melibatkan partisipasi masyarakat. Sehingga dapat menggerakkan dan memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan kehutanan di wilayahnya masing-masing sebagai kesatuan kelompok dalam melestarikan alam dan sumber daya yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kelompok juga harus mampu mengupayakan penguatan kelembagaan kelompok yang dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan kapasitasnya agar dapat menangani masalah yang dihadapi secara efektif dalam kegiatan pembangunan kehutanan.
Menurut Budiharjo (43) sekretaris KTH Wana Bangun Asri, selama ini kelompok belum dapat mengakses informasi pasar, teknologi, kemitraan, permodalan dan sumberdaya lainnya dalam kegiatan pembangunan kehutanan rakyat. Sehingga perlu kiranya ada upaya tertentu agar dapat maksimal dalam mencapai tujuan yang sebenarnya. Apa yang disampaikannya tersebut menjadi keluhan sekaligus harapan besar KTH Wana Bangun Asri dalam mengemban misi penyelamatan lingkungan. #Prangkokan #Desa Purwosari Girimulyo.
Sudah dilihat 87 kali

Komentar