SIPENA

3 February 2019, 20:47 WIB
5 0 205
Gambar untuk SIPENA
Ada banyak tugas yang tersisa setelah Lombok beranjak kondusif bahaya bencana (gempa). Banyak tugas yang harus diselesaikan. Banyak hal yang harus diperbaiki, diganti dan dilanjutkan. Prosesnya dapat dengan cara konvensional atau melalui pendekatan baru sesuai kondisi masyarakat saat ini. Tentu dengan satu tujuan utama untuk mengkondusifkan suasana. Termasuk mengebalikan masyarakat ke tempat dan kondisi seharusnya.

Secara umum masyarakat memahami bahwa bencana yang dapat terjadi hanya berupa bencana alam. Di tengah hirup pikuk proses recovery, mereka lupa bahwa ada bencana lain yang mengancam. Ya, bencana non-alam dan juga social disaster. Tiga jenis ini ibarat tali dengan dua ujung yang sama, terhubung satu dengan yang lainnya. Hanya berbeda simpul. Ketika bencana alam terjadi, dengan sendirinya akan menjadi pemicu bencana non alam. Selanjutnya menstimuli lahirnya bencana sosial.

Di Kabupaten Lombok Utara, tarik ulur pembahasan tentang kemungkinan tersebut sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Asumsi yang dominan berkembang adalah masyarakat hanya dapat bertahan ketika bencana terjadi. Seolah khilaf bahwa causa prima dari bencana sesungguhnya adalah manusia itu sendiri. Jadi, untuk meminimalisir dampak dan korban bencana pun harus diupayakan oleh manusia itu sendiri.

Dengan landas konsep pikir itu, sejatinya upaya-upaya praksis harus dilakukan. Berbicara bencana tidak akan selesai hanya di tataran konsep. Salah satu bidang yang selama ini jarang disentuh dalam membahas kebencanaan adalah dunia pendidikan. Padahal jika dilihat dari dampak bencana, dunia pendidikan adalah korban terbanyak dilihat dari banyak aspek.

Pemahaman mitigasi menjadi sangat urgen. Harus ditanam-tekankan kepada anak sejak dini. Targetnya adalah minimal anak-anak dapat menyelamatkan diri sendiri ketika bencana terjadi. Pilihannya adalah, mengaktifkan siswa untuk memahami berbagai hal tentang bencana. Hal inilah kemudian yang membidani lahirnya SIPENA (SISWA PEKA BENCANA) di Kabupaten Lombok Utara.

Deklarasi kehadiran SIPENA Kabupaten Lombok Utara sekaligus simulasi awal penanganan bencana sudah dilakukan per tanggal 2 Februari 2019 lalu. Inovasi ini diapresiasi positif oleh Bupati Lombok Utara yang kemudian melantik pembina dan pengurus SIPENA di Pantai Sira. Dalam moment tersebut Bupati (Dr. Najmul Ahyar, SH.,MH) menitipkan pesan agar siswa KLU menjadi siswa yang tangguh, tanggap dan peka terhadap situasi apa pun. Terlebih saat ini. Generasi Lombok Utara adalah GENERASI TANGGUH !!!

  Komentar untuk SIPENA

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru

Berita Warga
1 jam

Manfaat Daun Salam

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Wanasalam, Lebak
Berita Warga
2 jam

LEBIH SEHAT TANPA ROKOK

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Matraman, Jakarta Timur

Terpopuler

  1. Penimbunan Lokasi Smelter PT. GNI Diduga Tidak Memiliki IUP

    Sandy Makal  di  Morowali Utara  |  24 Jan 2020
  2. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  3. MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  4. SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 11
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  2. 9
    Komentar

    PENGENDANG BANYUWANGI (FATWA AMIRULLAH)

    fatwa amirullah kendang  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020