Selfi di tempat duka, apa perlu?

44127 medium img 20181227 204950 01
Kejadian yang sangat tidak diinginkan manusia, sabtu (22/12) kemarin menjadi awal kepedihan mendalam bagi warga Banten dan lampung, khususnya warga yang tinggal di pinggiran pantai anyer sampai tanjung lesung dan lampung. Ratusan jenazah sampai ribuan korban luka jadi saksi kedasyatan tsunami, belum lagi yang psikologisnya digerayangi kekhawatiran dan rasa takut atas kejadian tersebut. Semua warga dari luar wilayah Banten dan lampung datang guna membantu ringankan beban para korban, dari makanan, sampai pakaian datang bergantian. Sayang tidak semua manusia diantara warga-warga yang membantu ikut andil dalam memberikan bantuan serta penghargaan untuk menghargai duka yang mendalam bagi para korban.
Majalah onlain www.theguardian.com lewat judul informasinya ‘Destruction gets more likes’: Indonesia’s tsunami selfie-seekers menjelaskan bagaimana sebuah selfi bisa sangat berarti untuk mengambil momen-momen kebahagiaan, sayangnya untuk yang satu ini, malah terasa sedikit aneh, lantaran dalam foto yang diambil, terlihat beberapa wanita sedang berselfi di antara sisa-sisa tsunami. Timbul tanya dalam hati, "apa selfi perlu di lokasi bencana?". Menjawab itu, bukan hanya lelaki penduduk warga setempat yang merasa sedih lantaran sebegitu mudahnya mereka (tiga wanita berfoto selfi) berselfi ditempat yang sejatinya banyak duka. Kemungkinan banyak warga yang juga ikut sedih lantaran hal tersebut. Sudah sepatutnya menghargai korban bencana alam jadi hal yang mutlak dilakukan, salah satunya menghargai perasaan para korban tersebut. #pray4anyer #pray4selatsunda
Sudah dilihat 102 kali

Komentar