Sekolah Menolak Rubella, Puskesmas melakukan sosialisasi

32786 medium post 41459 77d9cbf5 23fb 436f b7dd c2864e5cf739 2018 09 13t09 56 45.158 08 00 32788 medium post 41459 2f53991b f4d4 479e 8f58 b0f9b1b69e86 2018 09 13t09 56 50.632 08 00 32826 medium post 41459 090b049c a552 450c 81a4 dfa53011cab2 2018 09 13t16 24 11.736 08 00
Imunisasi Rubella belakangan ini menjadi isu hangat setelah isu pilpres, terutama di wilayah desa Pengenjek Kecamatan Jonggat Kab.Lombok Tengah. Menurut Kepala Desa Pengenjek Bapak Irawan Susiadi,S.Pd : Munculnya berita-berita hoax tentang kehalalan vaksin Rubella menjadi penyebab ketakutan masyarakat sehingga menolak anak anak mereka untuk di vaksin Rubella".

Menurut Kepala Puskesmas Bonjeruk Bapak Afriadi yang lebih dikenal dengan panggilan Dedo menjelaskan bahwa vaksin ini sangat penting untuk generasi kita bahwa penyakit ini belum ada obatnya sehingga harus di vaksin. Di desa Pengenjek sendiri sekarang ini sdh ada 1 warga yang terserang penyakit Rubella dan sedang dirawat di RSUP Mataram. Senada dengan kepala desa, Dedo menjelaskan bahwa jangan sampai masyarakat terpancing dengan berita berita hoax di Facebook dan lainnya yang memberikan foto foto mengerikan setelah anak anak divaksin. "Mari kita lihat sisi positifnya dari vaksin Rubella ini, jangan sampai generasi kita tidak bisa melalui golden age nya karena terkena rubella" terang Dedo.
"Setelah sosialisasi ini harapan kami ,jangan sampai kita terus-terusan menolak untuk divaksin dan mari kita ikuti jadwal imunisasi Rubella yang nanti kami jadwalkan " : Dedo mengakhiri sambutannya.

dr.Wiwin dokter yang bertugas di puskesmas Bonjeruk juga turut menjelaskan bahwa tidak benar kalo setelah divaksin efeknya sampai seperti yang diberitakan di media media sosial belakangan ini.Lebih lanjut dr.Wiwin juga menjelaskan secara rinci apa dan bagaimana sytem kerja vaksin Rubella dari sisi ilmu kesehatan.
Sudah dilihat 152 kali

Komentar