SEHARI BERSAMA AtmaGO

17 January 2019, 11:37 WIB
4 1 134
Gambar untuk SEHARI BERSAMA AtmaGO
Udara terasa agak dingin saat kami turun dari mobil. Rintik - rintik hujan seakan menyambut kedatangan kami , meskipun tidak berlangsung lama.
Sambil menunggu rintik hujan reda , kami diperkenalkan dengan bp/ibu pembina atau pelopor komunitas AtmaGo dan anggauta lainnya yang berasal dari daerah lain.
Sambil berbincang - bincang kami diberikan penjelasan bagaimana cara menanam bibit mangrope .
Ternyata sangat mudah dan sederhana sekali. Cukup dengan menggali pasir kira - kira sedalam 10 sampai 15 cm , lalu bibit pohon sudah siap ditanam. Kondisi lapangan yang tak bersahabat seringkali menjadi hambatan kelancaran penanaman . Sebagaimana yang kami alami saat itu. Agak susah memang , karena saat itu lokasi tanamnya masih digenangi air , yang pada saat itu ketinggian airnya mencapai paha orang dewasa.
Meskipun demikian , hal itu tidak membuat semangat kami menjadi kendor.
Juru kamera memberi aba - aba pada kami untuk meneriakkan yel - yel KLU.
KLU ...! , bangkiiit ..!
KLU ...! , bangkiiit...!
KLU ...! , bangkiiit...!
Demikianlah yel-yel yang diteriakkan secara serentak dan penuh semangat oleh kami , Komunitas " Bantu warga untuk warga " atau bahasa kerennya "AtmaGo ", sewaktu pengambilan foto penanaman bibit mangrope ( bakau ) dimulai.
Peristiwa ini berlangsung tepat di hari pertama tahun 2019 yang baru lalu yang bertempat di desa Medain , tepatnya di area pesisir pantai Jambi Anom Kecamatan Tanjung - Kabupaten Lombok Utara.
Penanaman bibit mangrope ini bertujuan untuk melindungi daerah sekitar pantai agar tidak tergerus atau terkena abrasi saat air pantai naik sehingga kawasan pantai menjadi rusak dan akhirnya berakibat pantai menjadi kurang indah dan menarik. Sangat disayangkan kalau panorama pantai yang begitu memesona dibiarkan terlantar tak terurus begitu saja. Padahal kalau mau ditata secara serius pantai Jambi Anom tak kalah indah dan memesonanya dengan kawasan wisata lain yang ada di pulau Lombok.
Penanaman bibit mangrope ( bakau ) ini adalah salah satu upaya atau langkah yang kami lakukan untuk menjaga keselamatan habitat dan kelestarian alam ( khususnya di area pantai Jambi Anom ).
Bibit yang kami tanam sudah disiapkan oleh pengelola setempat. Masing - masing kami menanam antara 6 sampai 10 bibit pohon mangrope , bahkan ada juga yang lebih.
Harapan kami semoga bibit yang kami tanam ini nantinya akan tumbuh dengan sehat , sehingga apa yang kita dengungkan melalui yel - yel KLU akan terwujud dan menjadi nyata.
Di masa - masa yang akan datang diharapkan kepada kita semua pada umumnya dan kepada warga setempat pada khususnya untuk lebih perduli terhadap pelestarian dan kelestarian alam. Suatu tugas yang tidak ringan , namun bila dikelola secara bahu membahu insya Allah apa yang terasa berat akan menjadi ringan.
Sebagai tumpuan harapan , kami berharap kepada pihak-pihak terkait , dalam hal ini pemerintah daerah ( KLU ) untuk lebih pokus atau memberikan sedikit perhatian lebih dalam hal pembinaan dan pemeliharaan kepada masyarakat atau kepada pihak - pihak yang terlibat tentang kelestarian dan pelestarian alam , sehingga
untuk masa - masa yang akan datang daerah setempat sudah memiliki tenaga - tenaga terampil dan terlatih yang sudah mengerti dan faham tentang pelestarian dan kelestarian alam.
Kawasan pantai Jambi Anom sangat butuh keterlibatan tangan - tangan arif dan bijaksana sebagai penopang langkah menuju masa depan yang lebih cerah dan menjanjikan.
Orang bijak mengatakan , " Kalau tidak dimulai dari diri kita , siapa lagi yang akan perduli ?".
Ingat...!! apa yang kita perbuat hari ini akan dituai oleh anak cucu kita di masa - masa yang akan datang.
Masa depan mereka ada di tangan kita.

  1 Komentar untuk SEHARI BERSAMA AtmaGO

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar

Re Here

mantap pak Dani Suratman, semoga ini menjadi awal semangat bapak untuk seayun selangkah bersama komunitas Atmago SMPN 3 Kopang dlm mengglkkn prog gmr menulis