seberapa penting merubah AC ke DC pada sepeda motor lawas??

1 July 2019, 13:25 WIB
8 0 1368
Gambar untuk seberapa penting merubah AC ke DC pada sepeda motor lawas??
seberapa penting merubah kelistrikan di sepeda motor dari yang arusna AC ke DC?
sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kalian harus tahu jika AC adalah kelistrikan dimana lampu utama/depan sepeda motor akan menyala sesuai dengan putaran mesin, itu berarti jika motor di nyalahkan, semakin di putar gasnya, maka semakin terang pula cahaya yang dihasilkan lampu utama. jenis kelistrikan AC umumnya dipakai pada sepeda motor lawas dengan menganut sistem pembakaran karburator. kalau DC adalah kelistrikan dimana lampu utama akan sangat stabil walau gas sepeda motor di putar setengah maupun penuh. lebih mudahnya jika kunci sepeda motor di posisi ON, walau belum di starter maka dengan otomatis lampu utama akan menyala. umumnya kelistrikan DC dianut oleh sepeda motor kekinian, semisal sudah gunakan sistem pembakaran injeksi. keunggulan dari kedua kelistrikan baik AC maupun DC sebenarnya sama saja, namun semakin ke depan, semakin banyak lampu-lampu membutuhkan DC dibanding AC, terutama lampu-lampu jenis LED. salah satu pengguna sepeda motor lawas berjenis metik dengan merek Spin 125CC dari pabrikan Suzuki kepincut dengan kelistrikan DC. pemilik sepeda motor berasumsi jika DC dalam keawetan masa pemakai lampu lebih lama ketimbang AC, mungkin karena kelistrikan AC tidak stabil lantaran ikuti putaran mesin. Alhasil perubahan dilakukan guna hasilkan DC di sepeda motor yang bawaanya memakai AC, apakah bisa?. tentu bisa. tahun 2017 pemilik mulai coba pelajari dampak dan manfaat serta cara perubahan AC ke DC. ada beberapa pendapat yang masuk dari beberapa bengkel yang sempat ditanyakan cara merubah AC ke DC:

1. merubah spul
2. mengganti Kiprok (kebanyakan gunakan kiprok honda tiger)
3. mencabut kabel kuning (kabel jalur lampu utama) dari spul

karena merubah spul sangat berbahaya lantaran pemilik tidak terlalu memahami cara untuk merubahnya dan mengganti kiprok dengan kiprok tiger sama mahalnya dengan merubah spul, alhasil pemilik coba untuk memutus kabel kuning yang letaknya berbarengan dengan kabel masa dan kabel pengisian aki, letak kabel di samping cover kipas mesin sebelah kanan.
caranya pun sangat sederhana:
1. buka body samping sebelah kanan.
2. cari kabel kuning dari spul telusuri sampai ke soket kiprok, jika sudah ketemu, copot soket kabel berwarna kuning tersebut dari kiprok. lalu putuskan kabel tersebut.. sampai di sini maka akan diketemukan jalur dari dua kabel yang terputus itu, jalur yang dari arah spul di pisahkan atau langsung di masukan sedotan warna hitam, (namanya lupa) namun bisa di beli di toko elektronik, jika di panaskan sedotan tersebut akan mengecil, sampai press ke kabel tersebut, selanjutnya lakban dengan lakban hitam lentur, pemilik membeli lakban hitam yang ada di toko listrik dengan harga 8rbu, bukan yang seribuan. dikhawatirkan lakban yang banyak di jumpai di warung seharga seribu tidak bagus untuk mengamankan kabel tersebut.
3. jika sudah mengamankan kabel dari spul, selanjutnya kabel yang dari lampu utama, cari kabel berwarna merah (kabel kunci kontak) jika di motor yang berbeda pabrikan tentu warnanya akan berbeda. kalau sudah ketemu robek sedikit kabel warna merah tersebut dan sambungkan kabel warna kuning yang dari lampu utama. setelah di sambung maka dengan sendirinya kelistrikan sepeda motor sudah alami perubahan jadi DC. sampai di tahapan ini sudah selesai perubahan AC ke DC. lalu apa manfaatnya?.
dari bulan juli 2017 sampai saat ini juli 2019 motor tidak mengalami masalah di kelistrikan, bahkan kerenya lagi lampu LED 3 titik berpendingin kipas yang mengganti bohlam belum alami kerusakan. lantaran menggantinya dengan lampu LED tentu mika tidak termakan panas, lain jika gunakan lampu bohlam. pemilik sudah 2 kali mengganti refrektor lampu depan sebelum merubah dari AC ke DC lantaran meleleh kepanasan.
nah, dari sini paham bukan penting atau tidaknya merubah AC ke DC. selain seperti kelistrikan kekinian, DC juga ampuh rawat aki kering motor tersebut. Sayangnya perubahan ini buka sepenuhnya DC, lantaran 4 lampu sen jenis bohlam tidak bisa dipakai lampu jenis led, hanya 2 lampu sen yang bisa dipakai, semisal jika lampu LED untuk sen dipakai untuk depan, hanya 2 lampu sen saja yang bisa, untuk yang belakang harus pakai lampu bohlam, begitu sebaliknya. ini yang mungkin bisa jelaskan jika rubahan yang terjadi hanya sebagian kelistrikan alami perubahan AC ke DC. khsusnya untuk lampu utama.
semoga bermanfaat, kepo dengan pemilik sepeda motor ini, silahkan kunjungi akun media sosialnya di Facebook : @muhamad yasin atau instagram @_muhamadyasin90_

  Komentar untuk seberapa penting merubah AC ke DC pada sepeda motor lawas??

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Alhamdulillah Telah Hadir Radio Rodja 100.1 FM

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cileungsi, Bogor Kota  |  20 Feb 2020
  2. Menyatukan Langkah, FKDM se-Kota Yogyakarta Melakukan Rakordasi Perdana 2020

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  21 Feb 2020
  3. Merdeka Mengajar Bukan Berarti Semau Gue.

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 Feb 2020
  4. Meski tanpa aplikasi,SARIPAH bisa menulis

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020

Komentar Terbanyak

  1. 11
    Komentar

    Merdeka Mengajar Bukan Berarti Semau Gue.

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 Feb 2020
  2. 5
    Komentar

    THE COLOURFULL RAJUMAS

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 Feb 2020
  3. 4
    Komentar

    BIMTEK PRODUKSI WIRAUSAHA BARU ( WUB)

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  26 Feb 2020
  4. 4
    Komentar

    Meski tanpa aplikasi,SARIPAH bisa menulis

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020