Sawah Di Kedung Pengawas Kecamatan Babelan mengalami kekeringan.

26554 medium 20180511 100834
Kurangnya curah hujan sejak bulan puasa Ramadhan hingga kini mengakibatkan ratusan hektar sawah petani di Blok 2 Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan mengalami kekeringan.

Hal itu menyebabkan kondisi tanah sawah milik petani di wilayah itu retak-retak, lantaran tidak mendapat pasokan air.

Para petani mengakui, lokasi persawahan di wilayah itu merupakan sawah tadah hujan.

Mereka khawatir, kondisi tersebut seringkali terjadi, bukan saat ini saja. Itu pun dialami petani di setiap kali menjelang musim kemarau.

“Tanaman padi kita ini sudah berumur dua bulan, tapi tanah sawahnya kering,” keluh Bosan (56) anggota kelompok tani Mukti Dua, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kamis (7/6).

Menurutnya, tanah sawah yang ditanami padi saat ini keberadaannya kering, kemungkinan besar hasil panennya nanti akan menurun, bahkan sangat dikhawatirkan bisa mengalami gagal panen.

“Jika itu terjadi petani akan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah,” ungkapnya.

Dengan demikian, para petani berharap perhatian dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi agar ke depan saluran airnya (Irigasi ke Sekunder), dilakukan normalisasi supaya kondisi sawah di wilayah itu tidak menjadi tadah hujan yang selalu langganan kekeringan setiap tahunnya.

“Kita berharap atas perhatian pemerintah agar irigasi dari blok 1 pangkalan ke sekunder bisa mengalirkan air untuk areal persawahan di blok 2 belendung dan bisa mendapatkan pasokan air, meskipun di musim kemarau,” harap sejumlah petani di Kedung Pengawas Kecamatan Babelan.

Dikatakan, hujan sudah jarang turun sejak bulan puasa ini. Akibatnya, sawah-sawah petani kekeringan dan kondisi tanah sawah pecah-pecah dan berlubang hingga 5 -10 sentimeter.

“Padi saya saat ini berusia dua bulan ini sudah mulai berbuah, dikhawatirkan jika kering berkepanjangan, daunnya akan layu dan mati. Tentunya petani pun tidak akan berhasil dan pastinya akan merugi.

Hal yang sama dikatakan Naun (64). Menurutnya, luas tanah di blok 2 Kedung Pengawas ini sekitar 100 hektar dan hampir rata-rata sawah mengalami kekeringan.

“Usia tanaman padi saat ini sudah mencapai dua bulan yang kondisinya sangat membutuhkan air, ” keluarnya.
Sudah dilihat 55 kali

Komentar