Satpol PP Tutup Iklan Rokok di Retail Modern

33952 medium 27092018
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) No Tobacco Community (NOTC), secara simbolis menutup iklan rokok di salah satu retail modern. Kegiatan ini akan dilakukan secara bertahap untuk membangun kepedulian kalangan dunia usaha terhadap kesehatan masyarakat.

“Saat ini jumlah retail modern di Kota Depok mencapai 374 titik. Hari ini kita lakukan penutupan pajangan produk rokok di ritel modern. Akan kita lakukan secara bertahap, sampai seluruh retail modern menutup iklan rokok tersebut,” ujar Kepala Satpol PP Kota Depok, Yayan Arianto, usai melakukan penutupan pajangan produk rokok, di salah satu ritel modern di Kota Depok, Kamis (27/09/18).

Dikatakannya, larangan tersebut juga diperkuat dengan adanya surat edaran Wali Kota Depok terkait larangan displai penjualan rokok, mengiklankan dan mempromosikan rokok kepada konsumen, maupun pengelola dan penanggung jawab usaha se-Kota Depok.

“Sudah ada surat edaran wali kota. Lagi pula Kota Depok juga sudah punya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang harus dipatuhi,” katanya.

Sementara itu, Ketua NOTC, Bambang Priyono mengatakan, pada awal tahun 2018 pihaknya telah melakukan survei opini masyarakat Kota Depok mengenai implementasi KTR, di antaranya pelarangan iklan, promosi dan iklan rokok di Kota Depok. Hasilnya sebanyak 59,2 persen responden yakin iklan rokok mendorong anak untuk mulai merokok.

“Selain itu 61,4 persen responden yakin iklan rokok mendorong perokok untuk tetap merokok, 73,4 persen responden mendukung dan yakin iklan rokok harus dilarang menyeluruh dan 70,5 persen mendukung pelarangan displai penjualan rokok. Akan terus kami kawal dan evaluasi untuk menekan angka perokok di Kota Depok,” pungkasnya.

sumber : Diskominfo Depok
foto ; Diskominfo Depok
Sudah dilihat 16 kali

Komentar