Sampah di TPA Burangkeng Bekasi Lebihi Kapasitas

bisot di Setu,
44299 medium 921456035172
Tempat pembuangan akhir (TPA) Burangkeng, milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, yang berada di Kecamatan Setu, sudah kelebihan kapasitas (overload). Tumpukan sampah menggunung mencapai ketinggian 25-30 meter.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Suprianto, mengatakan belum ada rencana penambahan areal atau pelebaran lahan di TPA Burangkeng. Hal itu dikarenakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bekasi belum direvisi. "Bila Tata Ruang (RTRW) kita sudah diubah, bisa saja ada penataan baru di TPA,” kata Dodi, Jumat (28/12).

Selama itu belum direvisi, kata dia, pihaknya hanya melakukan pemerataan di atas puncak gundukan sampah.

TPA Burangkeng sudah berumur 22 tahun dan luasnya tidak pernah ditambah yakni sekitar 11 hektare. Setiap hari di lokasi ini, ada 125 truk yang membuang sampah. "Dalam sehari, sampah yang masuk ke TPA Burangkeng mencapai 750 ton," ungkapnya.

Sementara Kasie Tata Ruang Bidang Fisik Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Evi Mutia, menambahkan, saat ini regulasi yang mengikat TPA Burangkeng ada di Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 tahun 2011 tentang RTRW.

Di dalam aturan itu disebutkan lahan pembuangan sampah milik Kabupaten Bekasi hanya 11 hektare. "Sehingga, seolah terkunci dalam aturan. TPA tidak bisa melakukan penambahan lahan lagi," kata Evi.

Dia mengatakan, menyelesaikan sampah di TPA bukan hanya perluasan lahan, tapi diperlukan pengelolaan sampah di hulu sebelum dibuang. Salah satunya, perlu ada keterlibatan aparatur RT dan RW untuk memilah jenis mana yang harus dibuang. "Seperti bank sampah, sehingga sampah yang masuk TPA, jumlahnya berkurang," ungkapnya.

Selain itu, perlu menerapkan teknologi baru di TPA. "Saat ini, yang diterapkan hanya dengan cara angkut dan buang, tidak ada teknologi yang mengelola seluruh sampah tersebut," katanya.

Sumber: Suara Pembaruan
Sudah dilihat 84 kali

Komentar