Ribuan Warga Kunjungi Lapas Cikarang

26848 medium solat idul fitri di lapas cikarang
Keluarga pengunjung Lembaga Pemasyarakatan Cikarang-Bekasi-Jawa Barat tercatat 3 ribuan selama masa lebaran 2018. “Sejak kunjungan lebaran dibuka mulai Jumat (15/6) hingga (17/6), jumlah pengunjung terus melonjak,” demikian Anton Budiharta-Kepala Lapas Cikarang pada Selasa (19/6) di Cikarang.

Anton menambahkan pengunjung datang berantian selama 3 hari penuh. Pada hari pertama lebaran, katanya, jumlah pengunjung tercatat 631 orang. 167 adalah pengunjung pria, 222 lainnya adalah wanita. Sedangkan, 242 di antaranya adalah anak-anak.

Hari berikutnya, jumlah pengunjung semakin bertambah menjadi 1.567 orang. 412 di antaranya adalah pengunjung pria, 585 adalah wanita, dan sisanya adalah anak-anak.

Pada hari terakhir, jumlah pengunjung mulai berkurang menjadi 1.219 orang. 459 di antaranya adalah anak-anak, sedangkan sisanya adalah pria dan wanita.

Dari jumlah pengunjung yang membludak tersebut, hari pertama tercatat hanya 233 warga binaan yang dikunjungi keluarga. Hari kedua meningkat menjadi 362 penghuni lapas dibesuk kerabat, dan hari terakhir hanya 270 tahanan yang dijenguk keluarga.

Dengan demikian, total warga binaan yang besuk saat kunjungan lebaran 2018 adalah 865 orang.

Pada Minggu (17/6), jam besuk ditambah dari 08.30 hingga 16.00 WIB. “Kalau kunjungan hari biasa dibuka pukul 09.00 hingga 15.00 WIB atau bertambah 1,5 jam selama libur lebaran,” katanya.

Selain itu, waktu besuk maskimal adalah 30 menit. Dalam hal ini, meski diakui ada sejumlah pembesuk melebihi batas waktu besuk yang telah ditetapkan tersebut.

“Petugas lapas memberi sedikit keringanan waktu pembesuk, tentu dalam situasi lengang, kasih waktu ekstra,” ujarnya.

Untuk meramaikan suasana, pihaknya menyediakan panggung hiburan musik serta tenda dan stan kuliner hasil kerajinan tangan dan suvenir dan tempat berfoto. Anton berharap kunjungan lebaran ini menjadi momentum positif bagi warga binaannya, terutama tambahan motivasi warga atas perhatian dari anggota keluarga dan para kerabatnya.

“Peran keluarga ini penting bagi warga binaan dalam memperbaiki diri untuk menjadi pribadi lebih baik lagi, terutama saat kembali ke tengah masyarakat,” lanjutnya.

Penulis: Boni Ogur - namalonews.com
Sudah dilihat 68 kali

Komentar