RIBUAN SISWA TK/RA MUSLIMAT NU SE DIY LATIHAN MANASIK HAJI

36589 medium post 44726 136adaac d25f 4821 9d00 d8412866379a 2018 10 20t19 48 16.199 07 00 36590 medium post 44726 7e8d9149 5fa2 4234 b566 1167562a6c68 2018 10 20t19 48 17.036 07 00 36591 medium post 44726 1cc9a5b8 eb1c 47a3 8bbb 2429430df4cb 2018 10 20t19 48 18.939 07 00
Bantul, (atmaGo)

Sabtu, 20 Oktober 2018. Sebanyak 1100 siawa TK/ RA dari 5 Kabupaten Kota yaitu Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul, Sleman dan Kota Yogyakarta yg berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bina Bakti Wanita Muslimat NU DIY hari ini menggelar kegiatan Manasik Haji Kecil. Mengambil lokasi di Lapangan Dewaruci Pantai Samas Bantul kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pendidikan karakter pada Anak Usia Dini ujar Hj. Sumirah, M.Pd selaku ketus panitia.

Dalam sambutannya Ketua PW Muslimat NU DIY Hj. Lutvia Dewi Malik, SH menegaskan bahwa Latihan Manasik Haji Kecil ini sebagai upaya memberikan motivasi kepada peserta didik untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, sehingga perlu di tanamkan kebanggaan menjadi seorang muslim dan kepribadian muslim yang lebih aplikatif pada peserta didik.
Manasik haji ini mengajarkan anak- anak tentang rukun islam juga mengenalkan rukun haji. Sehingga dapat menjadi haji mabrur.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Bantul H. Abdul Halim, SE mengatakan bahwa
kegiatan ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari pemerintah Kabupaten Bantul . Selain itu juga mendukung atas terselenggaranya kegiatan yang meriah dan kreatif ini sebagai bentuk penumbuhkan karakter pada anak. Karena anak adalah amanah termahal dan terindah yang harus kita jaga. Anak merupakan investasi dunia dan akherat sehingga perlu di kenalkan keislaman dan penanaman pendidikan moral yang baik.

Hadir mewakili Ketua PW NU H.Fahmi Idris ,MM sekaligus untuk membuka acara, memberikan motivasi kepada peserta Manasik Haji Kecil dan berpesan agar kegiatan ini terus di kembangkan agar anak- anak memiliki kecerdasan dan keterampilan dalam bersosialisasi serta pengamalan nilai- nilai religiusitas sebagai bekal hidup nantinya.(*)
Sudah dilihat 551 kali

Komentar