Refleksi Jalanan: Era Digital, Mental Manual

23348 medium img 20180315 180943

Hampir disetiap waktu, di jalanan ibukota tak lepas dari kemacetan. Yang membedakan hanyalah tingkat kemacetannya saja. Keberadaan lampu lalu lintas yang semestinya menjadi pengatur laju kendaraan dari pelbagai arah, kini seolah hanya berperan sebagai lampu aksesoris semata. Tak jarang lampu merah, yang seharusnya berhenti, justru berubah fungsi. Pundemukian dengan lampu hijau--apalagi lampu kuning. Jika demikian yang terjadi, apa yang memungkinkan bisa dilakukan para pengendara untuk secara bergantian melintas? Haruskah kita kembali ke era manual, di mana yang mengatur adalah personel polisi yang ditempatkan di tengah jalan? Bukankah sekarang eranya sudah digital, mengapa justru mental kita masih manual? Semoga refleksi dangkal nan mentah ini sedikit bisa 'menganggu' kesadaran kita. Ayo share beragam info lainnya di AtmaGo, warga bantu warga
Sudah dilihat 56 kali

Komentar

  • 292 new thumb data

    Bener kang, saya juga melihat adanya keterjarakan antara teori dengan praktik. Pendidikan kita lebih banyak menanamkan tara cara tapi rada gagap dengan pnerapan. Semoga kedepan makin seimbang antara keduanya, sehingga pendisikan tdk hanya berkutat pada aspek kognotif semata.

  • Missing avatar

    Sepertinya ada yang salah dengan mentalitas dan pola didik kita, padahal sistem pendidikan kita semakin hari semakin canggih dan mengikuti perkembangan zaman loh?! 😀