Rawan Bencana, PT CPM Diminta Tidak Beroperasi di Poboya

22 November 2019, 12:33 WIB
2 0 160
Gambar untuk Rawan Bencana, PT CPM Diminta Tidak Beroperasi di Poboya
Koordinator Sulteng Bergerak, Adriansa Manu mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu tidak boleh memberikan ruang sejengkalpun kepada perusahaan tambang PT Citra Palu Minerals untuk mengeruk kawasan Poboya.

Menurut dia, pemerintah harusnya mempertimbangkan risiko geologi dan ekologi ketika kawasan Poboya dieksploitasi perusahaan tambang.

“Perusahaan tambang itu sangat rakus ruang, bentang alam pasti berubah ketika kawasan itu dikeruk,” kata Adriansa kepada SultengTerkini.Com, Jumat (22/11/2019).

Dia mengatakan, pemberian konsesi kepada PT CPM di Kelurahan Poboya sangat berbahaya karena sewaktu-waktu bisa saja berpotensi memicu bencana alam. Sebab kata dia, dalam pola ruang revisi RTRW Kota Palu 2018-2038 kawasan Poboya merupakan kawasan rawan bencana longsor.

“Bagaimana mungkin di lokasi yang jelas-jelas kawasan rawan bencana longsor, tetapi ada konsesi tambang disitu. Apalagi, di sekitar konsesi PT CPM ada patahan yang sewaktu-waktu bisa bergerak,” ungkap Adriansa.

Lagi pula, kata Adriansa kawasan Poboya berdasarkan SK.8113/MENLHK-PKTL/KUH/PLA.2/11/2018 tentang Peta Perkembangan Pengukuhan Kawasan Huntan Provinsi Sulawesi Tengah hingga tahun 2017 merupakan Kawasan Suaka Alam (KSA) yang harusnya tidak boleh dikonversi untuk kepentingan pemanfaatan budidaya apalagi tambang.

Selain itu, kawasan Poboya merupakan sumber air bersih bagi ratusan ribuan warga Kota Palu. “Bayangkan jika areal itu dikeruk perusahaan tambang, begimana nasib warga Kota Palu yang menggunakan sumber air permukaan dan air dalam tanah dari pegunungan Poboya di masa mendatang,” tuturnya.

Adriansa menuturkan, Pemprov Sulteng dan Pemkot Palu juga harus menghitung dampak limbah B3 ketika perusahaan ini mulai beroperasi.

“Sumber air kita dari sana, dekat pula dari pusat kota, B3 ini sangat berbahaya, sudah banyak orang mati karena bahan berbahaya dan beracun itu. Ini belum termasuk kondisi udara kita jika perusahaan tambang ini beroperasi,” kata Adriansa.

Jadi, pemerintah daerah sebaiknya mempertahankan kawasan Poboya sebagai kawasan penyangga dan tidak diperuntukkan sebagai kawasan budidaya tambang.

Menurut Adriansa, Pemprov Sulteng dan Pemkot Palu harus berani menolak pengerukan tambang di Poboya. Sebab kata dia, Pemprov dan Pemkot Palu punya tanggungjawab moral terhadap warganya

sumber : sultengterkini

  Komentar untuk Rawan Bencana, PT CPM Diminta Tidak Beroperasi di Poboya

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. MENGAWAL KEBIJAKAN RESPONSIF JENDER DARI DESA

    Yani Mashudi  di  Manyar, Gresik  |  23 Sep 2020
  2. Muslimat NU Bersinergi Bersama OMS Bentuk Forum Serasi Madani

    Muslimat NU Kab Pekalongan  di  Kedungwuni, Pekalongan Kabupaten  |  29 Sep 2020
  3. FORUM MADANI WONOSOBO

    Bhayu Surya  di  Wonosobo, Wonosobo  |  24 Sep 2020

Komentar Terbanyak

  1. 15
    Komentar

    Royongan Komposter

    Narumi Akana  di  Wonosobo  |  27 Sep 2020
  2. 5
    Komentar

    FORUM MADANI WONOSOBO

    Bhayu Surya  di  Wonosobo, Wonosobo  |  24 Sep 2020
  3. 2
    Komentar

    Goes Anyer Lagundi 31 Oktober 2020

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Pasar Rebo, Jakarta Timur  |  27 Sep 2020
  4. 2
    Komentar

    Boomingkan Literasi, TBM AL-LATIF Berkolaborasi dengan KKN UIN SMH Banten 2020

    @leo_ikals  di  Mandalawangi, Pandeglang  |  28 Sep 2020