RAPID TEST COVID-19: Dalam Kacamata Medis dan Pendapat Masyarakat

10 July 2020, 15:01 WIB
5 0 159
Gambar untuk RAPID TEST COVID-19: Dalam Kacamata Medis dan Pendapat Masyarakat
MADIUN – (Kamis, 09/07/2020) Yayasan Bambu Nusantara dan RSUD dr. Soedono telah menjadi narasumber dalam program PANORAMA PAGI bersama RRI Madiun dengan mengusung Dialog Publik yang bertema ‘Kebijakan Baru Rapid Test”. Dialog publik yang melibatkan sektor dari Pemerintahan dan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) tersebur bertujuan untuk menyikapi Surat Edaran Kementerian Kesehatan R.I. Nomor HK.02.02/I/2875/2020 terkait batasan tertinggi tarif rapid test antibodi adalah sebesar Rp 150.000,- di tengah situasi pandemi Covid-19 yang semakin meluas peningkatan penyebaran jumlah kasus di Indonesia, khususnya di wilayah Madiun.
Realita yang terjadi di Madiun, masih ditemui beberapa variasi tarif berbeda-beda yang ditentukan baik oleh pihak Rumah sakit pemerintah, Rumah Sakit Swasta maupun Laboratorium Klinik sebelum adanya SE Kemkes. Tarif pembiayaan sebelumnya ditemui ada yang berkisar Rp 350.000-400.000 yakni dengan tambahan biaya konsul oleh dokter. Berdasarkan pernyataan dr. Bangun Trapsila Purwaka selaku Direktur RSUD Soedono menyebutkan bahwa, “Rapid test hanya bermakna sebagai skrining , kondisi hasil yang diperoleh dari rapid test adalah hanya kondisi pada saat pasien diperiksa bukan berlaku selama 3-14 hari. Apabila hasil rapid test reaktif maka akan dilanjutkan dengan PCR sebagai diagnostik”. Sesuai dengan pendapat Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun dr. A.S. Wardhani, "Sehingga harapannya dari kebijakan standarisasi tarif rapid test ini bukan menjadi komersialisasi oleh pihak terkait".
Menanggapi adanya kebijakan rapid test yang diberlakukan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan umum dengan pesawat, kereta api maupun kendaraan umum lainnya, drh. Titik Sugianti selaku Direktur Yayasan Bambu Nusantara yang mewakili OMS di wilayah Madiun menyampaikan bahwa, “ Kebijakan rapid test dirasa belum urgent, yang paling penting adalah bagaimana kita mampu disiplin mematuhi SOP dan Protokol pencegahan Covid-19 dengan menerapkan sosial distancing, physical distancing dan cuci tangan pakai sabun”. Disamping dari kegiatan Pemerintah yang telah membantu pencegahan Covid-19 melalui bagi-bagi masker ke masyarakat, drh. Titik Sugianti menambahkan bahwa, “Butuh Edukasi secara masif dilakukan bersama-sama, harus seiring antara masyarakat dengan Pemerintah Kota Madiun. Contoh kecilnya membantu mensosialisasikan informasi Covid-19 melalui WA Group Dasawisma, pertemuan Forum dan PIKM”

  Komentar untuk RAPID TEST COVID-19: Dalam Kacamata Medis dan Pendapat Masyarakat

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terkait

Terbaru

Berita Warga
7 jam

Penanganan Jenazah COVID-19

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cimenyan, Bandung Kabupaten

Terpopuler

  1. Penyebaran Covid-19 di Ruang Tertutup

    Nawir Sikki  di  Manggala, Makassar  |  4 Aug 2020
  2. GELIAT BANK SAMPAH PUTRI MANDIRI DIMASA PANDEMI

    Indah wahyuni  di  Kebomas, Gresik  |  4 Aug 2020
  3. Urgensi INPRES No. 6 Tahun 2020, Diketahui Warga…!!

    Nawir Sikki  di  Manggala, Makassar  |  6 Aug 2020
  4. INOVASI IBU IBU PKK RT.43 RW.09 KRICAK KIDUL YOGYAKARTA

    mas Har  di  Tegalrejo, Yogyakarta  |  3 Aug 2020

Komentar Terbanyak

  1. 56
    Komentar

    GELIAT BANK SAMPAH PUTRI MANDIRI DIMASA PANDEMI

    Indah wahyuni  di  Kebomas, Gresik  |  4 Aug 2020
  2. 25
    Komentar

    Mendampingi Desa dalam Aksi Melawan Covid-19

    bayu permana  di  Parungkuda, Sukabumi Kabupaten  |  4 Aug 2020
  3. 17
    Komentar

    Kolaborasi Kuliner di Era Pandemi

    Narumi Akana  di  Wonosobo, Wonosobo  |  4 Aug 2020
  4. 14
    Komentar

    PENDEKAR WARAS, PENYAMBUNG TANGAN PEMKOT MADIUN ATASI COVID-19

    Dhevi Citra  di  Manguharjo, Madiun Kota  |  4 Aug 2020