Puluhan Ribu KTP-el Invalid Dibakar Di Bogor

43583 medium bakar husnul
Oleh Husnul Khatimah

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM--Sebanyak 16.996 Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) rusak atau invalid dimusnahkan oleh unsur Muspida Kota Bogor, di Balai Kota Bogor dengan cara dibakar, Rabu (19/12/2018).

Kepala Dinas Penduduk dan Pencatatan Sipil Kota Bogor, Dody Ahdiyat mengatakan pemusnahan KTP-el merupakan perintah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Pemusnahan tidak hanya di Kota Bogor namun juga di kota-kota lainnya.

"Dasar hukumnya dari surat Kementerian Dalam Negeri yang dikeluarkan tanggal 18 Desember 2018, kita laksanakan secara nasional dan di kota Bogor Alhamdulillah disaksikan Mabes Polri dan merupakan salah satu percontohan untuk Indonesia," ujar Dody usai pemusnahan.

Dijelaskan, KTP-el yang rusak adalah kartu tanda penduduk yang ditemukan rusak di loket pelayanan Disdukcapil. Di kemudian hari jika kembali ditemukan KTP-el yang rusak pihaknya akan segera melakukan pemusnahan saat itu juga.

"Untuk KTP cetakan masal tahun 2011-2013 itu tidak ditemukan sama sekali, itu sudah clear semua sudah didistribusikan kepada warga Bogor semuanya, untuk selanjutnya pemusnahan KTP invalid dilakukan secara harian ketika transaksi di loket pelayanan kami," terang Dody.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan pemusnahan KTP-el terkait dengan kelancaran Pemilihan Presiden tahun 2019 khususnya mengenai administrasi kependudukan.

"Kita ingin seluruh tahapan pilpres tahun depan berjalan baik, tidak ada simpang siur soal data, yang memiliki hak pilih dijamin, jadi kita minimalisir semua lah dan faktor administratif juga penting untuk kelancaran," kata Bima.

Dia mengatakan KTP-el juga sering ditarik oleh sejumlah pihak ke ranah politik dan dengan dilakukannya pemusnahan ini menunjukkan bahwa pemerintah transparan dalam administrasi kependudukan.

"Dengan pemusnahan ini menegaskan bahwa kita menjalankan arahan dari pusat untuk menunjukkan kita melakukan penertiban dalam hal administrasi kependudukan," tukas Bima.

Editor : Andri Ridwan Fauzi
Sudah dilihat 30 kali

Komentar