Puasa Di Bulan Muharam

8 September 2019, 23:47 WIB
1 0 119
Gambar untuk Puasa Di Bulan Muharam
*PASA ING SASI SURA*
*(PUASA DI BULAN MUHARAM)*
Oleh: Ustadz Ashad Kusuma Djaya (AKD) Pimpinan Daerah Muhamdiyah (PDM) Kota Yogyakarta

Yuk nanti dini hari kita mulai sahur, puasa dua hari berturut-turut, senin dan selasa besok. Yaitu puasa tasu'a (9 Muharam bertepatan 9 september 2019) dan puasa asyura (10 muharam yang bertepatan dengan 10 september 2019). Inilah cara terbaik menyambut bulan muharam atau sasi suro.

Ingat, bulan Muharam adalah salah satu dari 4 bulan haram yang mulia dalam Islam. Keempat bulan itu ialah: Muharram, Rajab, Dzulqaidah, dan Dzulhijjah. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: _"Satu tahun itu ada 12 bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, yaitu tiga bulan berturut-turut, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram serta Rajab yang berada di antara bulan jumada dan sya'ban."_ (HR. Bukhari).

Mengenai keutamaan bulan-bulan haram telah disebutkan dalam firman Allah Ta’ala:
_"Maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan (haram) yang empat itu“._ (QS. at-Taubah 36)

Di dalam tafsirnya Ibnu Katsir mengutip Ibnu Abbas ra. mengenai makna bulan-bulan haram dalam ayat tersebut sebagai berikut:
“Janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam seluruh bulan. Kemudian Allah mengkhususkan empat bulan sebagai bulan-bulan haram dan Allah pun mengagungkan kemuliaannya. Allah juga menjadikan perbuatan dosa yang dilakukan didalamnya lebih besar. Demikian pula, Allah pun menjadikan amalan shalih dan ganjaran yang didapatkan didalamnya lebih besar pula”

*Dan puasa yang paling utama dalam bulan Muharram atau sasi suro adalah puasa Asyura yaitu pada hari Asyura (hari ke-10).*

Rasulullah bersabda: _“Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu”_ (HR. Muslim)

"Dari Abu Qatadah Al-Anshari RA, Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, maka beliau bersabda: _“Puasa 'Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu”_ (HR. Muslim)

Ibnu Abbas RA mengabarkan semangat puasa Nabi SAW sebagai berikut:

_“Aku tidak pernah melihat Nabi SAW bersemangat puasa pada suatu hari yang lebih beliau utamakan atas selainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan pada satu bulan ini, yakni bulan Ramadhan”_ (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Namun sebaiknya puasa Asyura didahului dengan puasa Tasyu'a (hari ke-9) sebagaimana tekad Rasulullah dalam sabda beliau: _“Jika saya masih hidup di tahun depan, niscaya akan berpuasa pada hari kesembilan”_ (HR Muslim).

Dan perlu diketahui bahwa bulan Muharam atau sasi suro adalah bulan yang paling utama untuk puasa setelah bulan ramadhan. Hal itu disebutkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
_“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib (lima waktu) adalah shalat malam.“_ (HR. Muslim)

Karena bulan Muharram atau sasi suro adalah waktu yang terbaik untuk berpuasa dan salah satu bulan haram yang mulia, bahkan disebut sebagai bulan Allah, syahrullah, maka memperbanyak puasa di bulan itu dan amal kebaikan lainnya adalah hal yang sangat mulia.

*Beberapa puasa yang bisa dijalani untuk diamalkan di bulan Muharam selain puasa tasu'a (tanggal 9 muharam) dan puasa asyura (10 muharam) adalah:*

*1. Puasa 3 Hari tiap bulan*
Puasa tiga hari tiap bulan dituntunkan dalam beberapa hadits Rasulullah. Antara lain hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
_“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.”_ (HR. Bukhari).

Dan pada hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari no. 1979)

Cara mempraktikkannya sebagian ulama seperti Syekh Utsaimin menjadikannya dalam rangkaian puasa 9, 10 dan 11 muharam. Namun pemahaman ini tidak banyak dianut oleh para ulama lain. Sebab perintah puasa tiga hari tiap oleh Rasulullah sesungguhnya adalah puasa ayyaumul bidh yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan-bulan hijriyah kecuali bulan dzulhijjah atau sasi besar. Itu karena ada hadits yang tegas menyebutkan tanggal 13, 14 dan 15.

Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,
_“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).”_ (HR. Tirmidzi dan An Nasai).

Juga hadits dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata,
_“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).” Dan beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.”_ (HR. Abu Daud dan An Nasai).

*2. Puasa Senin Kamis*
Salah satu puasa yang disunnahkan lagi adalah puasa Senin Kamis. Puasa ini dilakukan pada setiap pekan di dua hari tersebut. Keutamaannya bisa menghapus kesalahan dan meninggikan derajat, serta memang dua hari tersebut adalah saat amalan diangkat di hadapan Allah sehingga sangat baik untuk berpuasa saat itu. Lebih-lebih di bulan Allah, syahrullah, muharam yang paling baik untuk puasa setelah bulan ramadhan.

Dalil puasa senin dan kamis ada pada hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan,
_“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari Senin dan Kamis.”_ (HR. An Nasai dan Ibnu Majah.

_Usamah bin Zaid berkata, “Aku berkata pada Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Wahai Rasulullah, engkau terlihat berpuasa sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira engkau tidak pernah puasa. Kecuali dua hari yang engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa dua hari tersebut?” Usamah menjawab, “Senin dan Kamis.” Lalu beliau bersabda, “Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (pada Allah). Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.”_ (HR. An Nasai dan Ahmad).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
_“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.”_ (HR. Tirmidzi).

*3. Puasa Daud*
Puasa Daud berarti sehari berpuasa, keesokan harinya tidak berpuasa, dan berpuasa lagi besoknya. Ini adalah sebaik-baik puasa dan derajat puasa yang paling tinggi.

Puasa Daud adalah puasa yang paling disukai oleh Allah. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan padanya,
_“Sebaik-baik shalat di sisi Allah adalah shalatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Dan sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud. Nabi Daud dahulu tidur di pertengahan malam dan beliau shalat di sepertiga malamnya dan tidur lagi di seperenamnya. Adapun puasa Daud yaitu puasa sehari dan tidak berpuasa di hari berikutnya.”_ (HR. Bukhari ).

Dalam riwayat lain disebutkan,
_“Tidak ada puasa yang lebih afdhol dari puasa Daud. Puasa Daud berarti sudah berpuasa separuh tahun karena sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa.”_ (HR. Bukhari dan Muslim).

  Komentar untuk Puasa Di Bulan Muharam

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Tetangga suplai logistik warga isolasi mandiri di Kepatihan

    Deni Suryanti  di  Surakarta Kota  |  15 Oct 2020
  2. Geliat Mahasiswa Menggelar Lapak Baca Gratis untuk Masyarakat

    Nensi Indri  di  Gresik  |  13 Oct 2020
  3. TPS 075 Gelar Pertemuan Perdana Anggota KPPS

    Galih Bayu Aji  di  Jebres, Surakarta Kota  |  14 Oct 2020
  4. Menguatkan Ketahanan Pangan, Kelurahan Wirogunan adakan Pelatihan "Buledamber"

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  18 Oct 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Rogoh Kocek Pribadi, Kades Rancadaka Perbaiki Jalan Kabupaten Sepanjang 1 KM

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Pusakanagara, Subang  |  13 Oct 2020
  2. 2
    Komentar

    Penanganan Kebersihan Pasca Aksi Penyampaian Pendapat

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Gambir, Jakarta Pusat  |  14 Oct 2020
  3. 2
    Komentar

    TPS 075 Gelar Pertemuan Perdana Anggota KPPS

    Galih Bayu Aji  di  Jebres, Surakarta Kota  |  14 Oct 2020
  4. 2
    Komentar

    Berikut Link Pendaftaran BLT UMKM Rp2,4 Juta Kabupaten Bandung Tahap 3 Yang Dibuka Sampai November

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Rancaekek, Bandung Kabupaten  |  19 Oct 2020