Potensi Longsor Gunung Anak Krakatau, BMKG Himbau Warga Waspada

43998 medium post 50895 35d1c704 5daf 4cbd b1f4 abac1afc831a 2018 12 26t18 36 11.398 07 00
Hasil Konferensi Pers BMKG di yang disiarkan melalui televisi nasional, Selasa (25/12/2018, sekira pukul 23.30 WIB. Meminta masyarakat agar terus memantau perkembangan melalui sumber resmi pemerintah. Untuk cuaca dari media sosial www.bmkg.go.id dan untuk aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui aplikasi Magma Indonesia yang sumbernya dari PVMBG.
Kepala BMKG mengatakan, Hari ini Rabu (26/12/2018), gelombang di perairan Selat Sunda diperkirakan mencapai 0,75-1,25/1,5/2m. Hingga ada informasi lebih lanjut, masyarakat diminta untuk menjauh dari pesisir pantai dalam radius 500m hingga 1km.
Hari ini terjadi hujan di Selat Sunda termasuk sekitar Gunung Anak Krakatau dari pagi hingga sore dengan kapasitas sedang hingga lebat. Hujan inilah yang dikhawatirkan BMKG membuat tebing kawah gunung anak Krakatau longsor. "Diperkirakan Masih ada potensi longsoran tebing Gunung Anak Krakatau". Ungkapnya. (26/12)
Ia menambabkan. Dentuman di Gunung Anak Kraakatau adalah benar dan itu adalah tremor yang menyebabkan getaran. BMKG pantau dlm bntk seismik (getaran2) dikhawatirkan merapuhkan tebing kawah dan dikhawatirkan bisa longsor. "Gunung Anak Krakatau masih terus tumbuh. BMKG mengusahakan peringatan dini sebelumm tsunami terjadi". Tambahnya
Naim Ketua RT di kampung Pasauran Desa Pasauran Kec Cinangka, Serang. Mengatakan, suara gemuruh dentuman anak Gunung Krakatau terdengar kencang. "Kami masih khawatir terus karena suara gemuruh Gunung Krakatau". Ungkapnya. (26/12)
Warga dihimbau agar tetap waspada dan memilih berada ditempat pengungsian sementara hingga pemerintah menyatakan kondisi sudah benar-benar aman. (26/12)
Sudah dilihat 46 kali

Komentar