PMI Kab Bekasi mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak kekeringan

23 July 2019, 18:44 WIB
3 4 193
Musim Kemarau yang berkepanjangan di Wilayah Kabupaten Bekasi sejak awal juni lalu, beberapa wilayah di Kabupaten Bekasi mulai mengalami kekeringan masyarakat kesulitan mendapatkan Air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari hari mereka.
Merespon bencana kekeringan tersebut PMI Kabupaten Bekasi telah melakukan distribusi Air di beberapa wilayah tersebut sudah 90.000 Liter Air bersih yang telah di distribusikan ke masyarakat serta ada 8.536 jiwa penerima manfaat Air bersih yang di berikan oleh PMI.

Berdasarkan informasi dari BMKG Prakiraan musim kemarau untuk di wilayah Kabupaten Bekasi akan berlangsung selama 3 Bulan.

  4 Komentar untuk PMI Kab Bekasi mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak kekeringan

Tulis komentarmu...

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Berikut Link Pendaftaran BLT UMKM Rp2,4 Juta Kabupaten Bandung Tahap 3 Yang Dibuka Sampai November

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Rancaekek, Bandung Kabupaten  |  19 Oct 2020
  2. "Gerakan Serentak Penegakan Protokol Covid-19" di Jalan Tamansiswa, Wirogunan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  21 Oct 2020
  3. Menguatkan Ketahanan Pangan, Kelurahan Wirogunan adakan Pelatihan "Buledamber"

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  18 Oct 2020
  4. Ini Reaksi Tubuh Saat Covid19 Menyerang

    Muh Agung  di  Solokuro, Lamongan  |  18 Oct 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Berikut Link Pendaftaran BLT UMKM Rp2,4 Juta Kabupaten Bandung Tahap 3 Yang Dibuka Sampai November

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Rancaekek, Bandung Kabupaten  |  19 Oct 2020
  2. 2
    Komentar

    NO ONE LEFT BEHIND

    Sulis Jember  di  Jember  |  14 jam lalu
  3. 2
    Komentar

    Menguatkan Ketahanan Pangan, Kelurahan Wirogunan adakan Pelatihan "Buledamber"

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  18 Oct 2020
  4. 2
    Komentar

    Sebagian Kain Menghasilkan Mikroplastik Ketika Dicuci

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Songgon, Banyuwangi  |  18 Oct 2020