Pertamini Ilegal, Satu Set Nozzle Hanya Seharga Rp 15 Juta

5904 medium 34166
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Kabupaten Lamongan, membenarkan jika Pertamina menganggap ilegal banyaknya penjual bisnis eceran menggunakan mesin inovasi yang dikenal dengan Pertamini.

“Pertamina menjawab bahwa produk itu (pertamini) bukan produknya dan dianggap ilegal,”terang Kepala Disperindag Gunadi kepada koran ini, Rabu (3/7).

Dia menjelaskan, SPBU resmi alat ukurnya atau nozzle pasti ditera Balai Metrologi Wilayah di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi sesuai dengan undang-undang. Namun untuk nozzle Pertamini, Gunadi meragukan akurasinya kendati dioperasikan dengan listrik dan memakai meteran.

Dia menduga, nozzle yang dipakai Pertamini merupakan inovasi oknum Pertamina sendiri yang sudah keluar. “Kami sudah dapat surat balasan resmi dari Pertamina. Kami juga mengikuti jawaban dari Pertamina, Disperindag Provinsi juga diam saja. Pemkab juga tidak punya kewenangan untuk mengawasi,” tegasnya.

Menurut dia, pemilik Pertamini hanya merogoh kocek sebesar Rp 15 juta untuk mendapatkan satu set alat ukur. Cara kerjanya menggunakan listrik dan minimal harus ada 15 liter di tangki penyimpanan. Jika kurang, alat ukurnya tidak akan berfungsi.

“Kalau ada kebocoran tabung sampai meledak berarti itu tanggung jawab penuh pemilik pertamini itu sendiri,” sebutnya. Pertamina sendiri tidak melakukan langkah apapun karena merasa tidak dirugikan dengan adanya pertamini.

Komentar