Peringati Hari Perempuan Internasional, API Kartini Gelar Diskusi Publik

7 March 2019, 01:03 WIB
3 0 122
Gambar untuk Peringati Hari Perempuan Internasional, API Kartini Gelar Diskusi Publik
Sebagai rangkaian dari peringatan Hari perempuan Internasional, Aksi Perempuan Indonesia (API) Kota Palu menggelar diskusi publik dengan tema “PEREMPUAN DAN POLITIK”.

Acara ini diselenggarakan di Warkop Aweng, Kota Palu, Rabu (6/03/2019). Acara diskusi yang dimulai sejak pukul 19.30 WITA ini dihadiri oleh perwakilan berbagai organisasi mahasiswa dan beberapa organisasi lokal di Kota Palu.

“Hari ini kita mengambil tema Pilkada serentak 2019, sudahkah Perempuan Benar-benar Terlibat. Kita tahu bersama 1 tahun terakhir kita disibukkan dengan panasnya suhu politik hari ini, tambah panasnya dengan hari hari di Palu, kenapa kami ambil tema ini kawan-kawan, karena menurut kami hari ini harusnya perempuan sudah mulai masuk dalam ranah-ranah politik , hari ini banyak perempua kita yang masuk dalam ranah politik tapi bisa dibilang masih sebagai pelengkap dalam politik saat ini, perempuan di 30 % itu masih sebagai pelengkap”, ujar Neny Kotae.

Diskusi ini di hadiri tiga narasumber, yaitu : Ibu Hj. Nurmawati Dewi Bantilan, SE, M.H (Anggota DPD RI dapil SulTeng periode 2004-2009, 2009-2014 dan 2014-2019), Ibu Dr. Nurdiatulhuda Mangun, S.E, M.Si (Akademisi dan Pengamat Gerakan Perempuan Sulteng) dan Ibu Adriany Badrah (Aktivis Perempuan SulTeng) dengan moderator Neny Kotae.

Dalam diskusi tersebut, Nurmawati Bantilan mengatakan, kondisi hari ini populasi perempuan 49% tetapi begitu banyak hal-hal yang terjadi direpublik Indonesia ini, sehubungan dengan pengambilan keputusan disebuah level, tidak cukup untuk bisa menyelesaikan persoalan perempuan. Karena dilihat dari angkah-angkah perwakilan perempuan baik itu eksekutif dan legislatif itu tidak bisa mencapai angkah yang diamanatkan oleh Undang-Undang yang ada yaitu 30%.

Terkait dengan hal tesebut, salah satu peserta diskusi menanyakan mengenai langkah apa yang harus dilakukan agar bisa terjun ke dunia politik, dan apa yang dilakukan agar perempuan-perempuan tidak masif di dunia politik.

Dalam hal ini, Nurmawati Bantilan memberikan solusi yaitu Persiapan mental, yah tentu disini dengan niat dan kesadaran, banyak mendengar, belajar lewat tontonan televisi, membaca baik lewat hp dan buku-buku yang ada tentang bagaimana politik itu bekerja sehingga menghasilkan sebuah kekuatan besar, dan dengan kekuatan besar itu bisa dipakai untuk mewujudkan apa saja yang ada hubungan dengan perbaikan masyarakat Indonesia.

Diakhir diskusi, moderator menyimpulkan bahwa mengajukan politik perempuan bukan hanya soal keadilan politik, tetapi juga untuk mewujudkan demokrasi sejati. Maka dari itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengajukan politik perempuan, pertama soal mendorong penguatan organisasi terhadap perempuan, kedua mendorong pemberdayaan ekonomi , dalam praktenya membentuk koperasi perempuan dan ketiga mendorong perempuan dari bawah, prakteknya dalam hal mendorong perempuan-perempuan bagaimana dapat berperan dalam pemilihan paling bawah yaitu RT, RW, kepala Desa sampai dengan kepala Daerah.

  Komentar untuk Peringati Hari Perempuan Internasional, API Kartini Gelar Diskusi Publik

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!