PEREMPUAN TANGGUH PERINA

5 January 2020, 06:28 WIB
6 4 2024
Gambar untuk PEREMPUAN TANGGUH PERINA
Sepi masih mengikat pagi di Desa Perina Kecamatan Jonggat-Lombok Tengah-NTB. Sisa embun semalam pun masih asyik bertengger pada dedaunan dan media lain yang dihinggapi. Tanah basah sisa hujan semalam masih mengeluarkan aroma segar bumi. Ricuh kicau burung liar berlomba tunjukkan diri menambah ceria subuh indah yang merona dielus sang fajar. Pagi merangkak dari peraduannya, seakan tertunduk malu pada alam. Sementara awan tak hendak menyingkir dari pintu langit, menghalangi langkah kecil fajar. Alam masih menyisakan selapis gelap.

Di pinggir pagi yang bersahaja, sebaris perempuan tangguh keluar menapaki jalanan kecil perkampungan. Menyebrangi sungai berair keruh, menuju baris demi baris pematang sawah yang mulai berwarna hijau. Yaa..kemarau panjang kemarin sempat membuat warna sawah berubah menjadi kecoklatan karena banyak tumbuhan yang mati. Kondisi itu kini berubah total. Hujan yang turun deras sepanjang bulan Desember menumbuhkan semua benih yang berserak tak rapi di persawahan. Suara traktor petani membajak sawah pun riuh rendah memecah sunyi pagi selepas subuh.

Pada tanah berlumpur itulah tujuan langkah para perempuan tangguh ini. Perempuan ibu rumah tangga ini seluruhnya menurut sebagian orang adalah pengangguran (tanpa profesi tertentu). Mereka akan bekerja di luar rumah pada musim tanam dan panen. Pada musim tanam (seperti saat ini), mereka akan ramai-ramai mengambil upah harian untuk ngembot (mencabut benih padi) dan nowong (menanam benih padi). Upah ngembot ditentukan sesuai dengan jumlah benih (dalam ikat) yang berhasil dicabut. Sementara upah nowong sudah berada pada kisaran Rp.20.000,-/kali (dihitung dari pagi sampai jam 09.00-10.00 wita), plus makan dan tentu saja kopi. Dalam satu hari mereka bisa mengambil upah nowong di 3 tempat yang berbeda.

Iringan ini terbentuk dengan "syarat khusus" yaitu terlebih dahulu membereskan pekerjaan rutin sebagai ibu rumah tangga di rumah. Mengerjakan sisa pekerjaan semalam yang belum selesai hingga menyiapkan sarapan untuk keluarga. Selepas nowong menjelang siang mereka akan pulang ke rumah untuk mengerjakan rutinitas rumah tangga yang lain. Biasanya kesempatan ini dipergunakan untuk mencuci pakaian dan menyiapkan makan siang buat keluarga. Ada juga yang justru pergi me sawah sendiri untuk membantu pekerjaan suami. Jika ada job nowong kedua, mereka akan berangkat sekitar jam 10.00 wita sampai maksimal menjelang waktu Zohor. Untuk nowong ketiga biasanya dikerjakan setelah Zohor hingga menjelang waktu Ashar. Kesepakatan tentang waktu persis mulai dan berakhirnya nowong disampaikan ketika upah diberikan oleh pemilik lahan atau orang lain yang mewakili.

Sungguh, jika diperhatikan lebih jauh. Pekerjaan ini sangat menguras tenaga. Tetapi mereka melakukannya dengan senang hati, tidak terlihat di wajah mereka bahwa pekerjaan yang dilakoni itu beban. Mereka berangkat dan pulang dalam suasana riang, sambil bercanda dengan sesamanya. Ada banyak materi yang dibahas sepanjang perjalanan. Mulai dari keadaan rumah tangga, lingkungan sekitar mereka bah kan tidak jarang membahas masalah negara sebatas pengetahuan yang mereka miliki. Materi terakhir biasanya dalam bentuk saling cerita dsn tanya berita yang ditonton semalam di televisi. Ujung-ujungnya akan berakhir dengan ketidaktahuan dan kalimat "kedoakn bay aneh pemerentah" yang bermakna terserah pemerintah (apa yang mau dilakukan). Cenderung sebagai ungkapan acuh karena pasrah dan tidak berdaya mengingat posisi diri yang hanya masyarakat biasa saja.

Ah, apa pun tanggapan mereka, yang pasti kontribusi perempuan-perempuan tangguh ini di desa saya tidak dapat diabaikan. Mereka sudah sangat berhasil mengurus rumah tangga dan mengerjakan "job" mereka masing-masing tanpa masalah. Apresiasi tinggi untukmu, perempuanku. Ibu para generasi gemilang Indonesia.

  4 Komentar untuk PEREMPUAN TANGGUH PERINA

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar

Related Posts

Terbaru

Berita Warga
4 menit

Yuk Bantu Temukan Pak Rebo

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Terpopuler

  1. SELAMAT KEPADA BUPATI LOMBOK UTARA

    @ichaq_rasyid  di  Praya, Lombok Tengah  |  12 Feb 2020
  2. Atraksi Teaterikal Peserta Karnaval Putri Mandalika 2020

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  14 Feb 2020
  3. KABID ILMATE PERINDUSTRIAN PROVINSI NTB KUNJUNGI PENGRAJIN ALAT PERTANIAN DI DUSUN BEREMBENG

    Lalu Iskandar  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020
  4. Jatuh Cinta Pada Menulis Hingga Menahodai Sebuah Komunitas

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    Bakesbangpoldagri: Banyak Wilayah di NTB Terpapar Narkoba

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  13 Feb 2020
  2. 4
    Komentar

    Jatuh Cinta Pada Menulis Hingga Menahodai Sebuah Komunitas

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020
  3. 4
    Komentar

    Kegiatan Aisyiyah Kec. Mergangsan meriah

    Rita Jatmikowati  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  14 Feb 2020
  4. 2
    Komentar

    Antara Nilai dan Nilai Nilai

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  11 Feb 2020