Penyuluhan Menghindari Pernikahan Dini

2 January 2020, 19:06 WIB
4 0 106
Gambar untuk Penyuluhan Menghindari Pernikahan Dini
kebonharjoatmaGo.com

Kamis (2/1/2020) Mahasiswa KKN Atma Jaya Jogjakarta menyelenggarakan penyuluhan di dusun Gowok. Bertempat di balai dusun. Berkaitan dengan pernikahan usia dini. Tema ini diangkat karena berdasarkan informasi yang didapat dari dinas PMD Dalduk KB Kulon Progo angka pernikahan dini tahun 2017 terdapat 46 kasus dan turun 19 kasus pada tahun 2018 menjadi 27 kasus.

Sebagai narasumber hadir Ervin Riandy, S.H dan Nyong Andri B, S.H (anggota LBH atma jaya jogjakarta). Sedangkan para peserta penyuluhan yang hadir adalah para remaja didampingi orang tuanya, terutama para ibu. Hadir pula bapak dukuh, RT, RW tokoh agama dan tokoh masyatakat. Pada penyuluhan ini disampaikan tentang Undang undang RI no. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Undang undang RI no. 16 Tahun 2019 tentang perubahannya.

Tema materi adalah Mengatasi Pernikahan Dini Melalui Edukasi Kebijakan Kependudukan. Pada sesi ini diberikan pengetahuan mengenai kebijakan kependudukan di Indonesia untuk membatasi pernikahan dini. Dimana salah satunya terkait dengan pendewasaan usia perkawinan. Usia ideal untuk perkawinan bagi laki-laki adalah 25 tahun dan bagi perempuan adalah 21 tahun. Pendewasaan usia perkawinan tersebut bila dilaksanakan dapat membawa banyak kesenangan, kebahagiaan bagi keluarga dan pasangan dalam jangka panjang.

Kemudian penyuluhan diakhiri dengan sharing. Dimana antusias para peserta pada penyuluhan pernikahan usia dini sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa pernyataan dari para peserta.
Salah satunya dari (Budiharjo) menyatakan bahwa pernikahan dini terjadi akibat telah hamil diluar nikah. Sehingga ketika itu terjadi perlu adanya pendampingan psikologi. Bisa itu oleh tokoh agama atau keluarga dekat. Sedangkan menurut (Siti Nuryati) pernikahan dini adalah kasus pada usia remaja, sedangkan di dalam keluarga yang sudah syah saja ada kasus ditemukan nikah siri. Ini sebenarnya juga hampir sama hanya levelnya saja yang berbeda. Sehingga perlu ditegaskan juga bahwa nikah siri menurut undang undang perkawinan tidak diatur. Artinya bahwa nikah siri tidak mempunyai kekuatan hukum. Sehingga ada peserta yang bilang ..orang tuanya nikah siri, anaknya nikah dini...para peserta tertawa..hahahha...

Dengan diberikan penyuluhan terkait pernikahan dini, diharapkan dapat mencegah para remaja untuk tidak melakukan seks bebas dan pernikahan dini. Selain itu, diharapkan dapat memotivasi para remaja untuk meraih mimpi dan menggapai masa depan yang cemerlang.

#dusungowokdesakebonharjo

  Komentar untuk Penyuluhan Menghindari Pernikahan Dini

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Komposisi Pembuatan Larutan Disinfektan

    Hendra Gilang  di  Malang Kota  |  23 Mar 2020
  2. Lawan Corona, Karang Taruna Desa Kedung Jaya melakukan kegiatan spraying Desinfektan

    Ariefbocahwates  di  Babelan, Bekasi Kabupaten  |  25 Mar 2020
  3. KARANG TARUNA BUNI BAKTI MENGGANDENG FORUM REMAJA UNTUK PENCEGAHAN COVID-19

    Ariefbocahwates  di  Babelan, Bekasi Kabupaten  |  28 Mar 2020
  4. RELAWAN APIK LAKUKAN PENGGALANGAN DANA DONASI COIN CORONA

    Abdul Hakim Sanii  di  Tarumajaya, Bekasi Kabupaten  |  27 Mar 2020

Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar

    Merindukan Bale Bangket Buger (MB3)

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  27 Mar 2020
  2. 5
    Komentar

    PUSKESDES (Pusat Kesehatan Desa)

    Emy sibat mojopanggung  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  26 Mar 2020
  3. 3
    Komentar

    PMI BANYUWANGI SIAP BANTU WARGA LAWAN CORONA

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  27 Mar 2020
  4. 2
    Komentar

    PMI BANYUWANGI LAWAN COVID-19 SAMPAI LOKASI BONGKAR MUAT MARINA BOOM BEACH

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  27 Mar 2020