PENYELAMATAN DIRI DARI BAHAYA GEMPA BUMI

Header illustration
Indonesia sedang mendapati musibah yang datang silih berganti. Seperti gempa bumi dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara 26 Desember 2004, gempa bumi Yogyakarta 27 Mei 2006, tsunami di pantai Selatan Jawa pada 17 Juli 2006 dan saat ini gempa bumi yang terjadi di Lombok Nusa Tenggara Barat Agustus 2018.

Bencana alam memang datang dari Sang Kuasa yang seringkali tak bisa dicegah, namun manusia memiliki kekuatan akal dan pengetahuan yang semestinya bisa dimaksimalkan untuk mereduksi atau meminimalisir bahaya /kerusakaan bencana alam.

Ada 2 kegiatan untuk mengurangi kerusakan akibat bencana alam yaitu dengan melakukan lingkaran manajemen bencana (disaster management cycle). Kegiatan tersebut yaitu:
1. Sebelum terjadinya bencana (pre-event). berupa :
-disaster preparedness atau kesiapsiagaan menghadapi bencana
-disaster mitigation atau mengurangi dampak bencana atau disebut juga disaster reduction,
sebagai perpaduan dari disaster mitigation dan disaster preparedness (Makki, 2006)

Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan sebelum bencana dapat berupa:
1.) Pendidikan peningkatan kesadaran bencana (disaster awareness),
2.) Latihan penanggulangan bencana (disaster drill),
3.) Penyiapan teknologi tahan bencana (disaster-proof),
4.) Membangun sistem sosial yang tanggap bencana,
5.) Perumusan kebijakan-kebijakan penanggulangan bencana (disaster management policies).

2. Setelah terjadinya bencana (post event). berupa disaster response/emergency response (tanggap bencana) ataupun disaster recovery.

Langkah menghadapi Gempa Bumi:

1. Jika berada di dalam rumah:
-Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuhmu dari jatuhan benda-benda.
-Jika tidak ada meja, lindungi kepalamu dengan bantal.
-Jika kamu sedang menyalakan kompor, matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.

2. Jika berada di luar rumah:
-Lindungi kepalamu dan hindari benda-benda berbahaya.
Apabila berada di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepalamu dengan menggunakan tangan, tas atau apa pun yang kamu bawa.

3. Jika kamu berada di mall, bioskop, atau di lantai dasar gedung:
-Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan.
-Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran.
-Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam.

4. Jika kamu berada di dalam lift (terjebak di lift):
-hubungi petugas gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.
-atau tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah.

5. Jika kamu berada di dalam kereta api:
-Berpegangan erat pada tiang agar tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak.
-Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.

6. Jika kamu berada di dalam mobil:
saat terjadi gempa bumi besar, kamu akan merasa seakan-akan roda mobil tersebut gundul.
Sopir akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya.
-Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil di kiri jalan dan berhentilah.
-Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi, keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.

7. Jika kamu berada di gunung / pantai:
-Di gunung : Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman.
-Di pesisir pantai: bahayanya datang dari tsunami. Jika kamu merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.

8. Dengarkan informasi:
Saat gempa bumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Kamu dapat memperoleh informasi yang benar dari pihak berwenang, polisi, atau petugas PMK. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.


CARA EVAKUASI DI GEDUNG BERTINGKAT :
Alarm akan berbunyi secepatnya, disusul dengan pengumuman dari pihak gedung melalui pagging address yang menyatakan keadaan darurat karena gempa.
Yang dilakukan:

1..TETAP TENANG.
Ketika merasakan gempa atau ada orang yang meneriakkan gempa, tetaplah tenang. Hal ini juga berlaku ketika anda mendengar bunyi alarm dan pengumuman dari pagging address bahwa sedang terjadi gempa.

2. SEGERA BERLINDUNG
Berlindunglah di bawah benda yang kokoh, atau di samping dinding yang tidak ada benda tergantung, duduk di lantai, dan menundukkan kepala ke arah lutut, lalu lindungi bagian belakang kepala dengan kedua tangan (posisi meringkuk).

3. JAUHI BENDA YANG BISA PECAH ATAU JATUH MENIMPA.
Bila sedang ada di meja kerja, menjauhlah dari kaca, jendela, lemari, pajangan dan benda lain yang dapat jatuh dan menimpa kita. Tempat berlindung juga harus tetap diperhatikan, misalnya di bawah meja kerja, di dinding koridor yang bebas dari kaca atau benda-benda yang mudah jatuh menimpa.

4. PINDAH & BERLINDUNG di dinding pada area gedung yang kokoh (area lobi lift).
Apabila memungkinkan untuk pindah ke area lobi lift lantai anda setelah goncangan selesai, pindahlah ke area lobi lift, dan jauhi kemungkinan kejatuhan lampu atau benda-benda yang digantung/pajangan. Saat goncangan kembali terjadi, lakukan kembali posisi berlindung.

5.TIDAK MENGGUNAKAN LIFT.
Meskipun berkumpul di area lobi lift, anda DILARANG menggunakan lift. Perilaku berisiko apabila masih menggunakan lift saat gempa atau saat Gedung belum menyatakan lift aman untuk digunakan.

6. IKUTI PETUNJUK PETUGAS TANGGAP DARURAT.
Petugas tidak akan mengijinkan kita untuk meninggalkan area lobi lift lantai sampai instruksi itu diberikan. Saat itu, petugas dan komandannya (termasuk petugas sekuriti) menunggu instruksi dari gedung yang diumumkan lewat pagging address–apakah dilakukan evakuasi atau tetap di tempat.
Apabila Gedung meminta anda untuk melakukan evakuasi, maka ikuti instruksi Petugas Tanggap darurat di lantai tempat anda berada. TETAPLAH TENANG.

PENTING: APABILA MELIHAT ATAU MENCIUM ASAP DI KORIDOR: beritahu petugas dan tutup hidung dan mulut anda dengan sapu tangan atau tissue basah, atau jauhi asap.
Sudah dilihat 26 kali

Komentar