Penjelasan BMKG Soal Isu Megathrust Penanda Gempa Besar

15 August 2019, 23:32 WIB
1 0 430
Gambar untuk Penjelasan BMKG Soal Isu Megathrust Penanda Gempa Besar
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan isu yang beredar terkait fenomena rentetan gempa yang menandakan akan terjadinya gempa bumi besar. Di seluruh dunia, gempa besar pasti didahului oleh serangkaian aktivitas gempa pendahuluan.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan pihaknya dapat mengidentifikasi beberapa karakteristik aktivitas gempa pendahuluan.

"Pertama, gempa pendahuluan biasanya terjadi di zona dengan nilai 'B-value' rendah. Nilai 'B-value' rendah artinya di zona itu masih menyimpan tegangan yang tinggi, yang berpotensi terjadi gempa besar," kata Daryono dalam keterangan tertulis, Selasa (13/8).

Daryono selanjutnya juga menjelaskan adanya fenomena percepatan di titik pusat gempa yang semakin cepat menuju titik inisiasi lokasi estimasi gempa utama. Selain itu ada juga gempa bumi yang berulang di zona subduksi yang sama.

"Di zona tersebut ada fenomena migrasi percepatan titik hiposenter yang semakin cepat menuju titik inisiasi lokasi estimasi gempa utama. Selain itu juga teridentifikasi adanya 'repeating earthquakes'. Cirinya gempa ini berulang-ulang dan terjadi di segmen tersebut," ujarnya.

Secara sederhana, Daryono mengatakan karakteristik kedua tersebut menunjukkan ada sebuah proses yang semakin lama semakin intensif sebelum muncul gempa utama (main shock).

"Aktivitas ini mirip kalau kita mau mematahkan kayu, perlahan-lahan ada retakan-retakan kecil sebelum benar-benar terpatahkan," katanya.  

Sebelumnya, Daryono mengatakan hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya klaster yang mengalami peningkatan aktivitas seismik mencolok. Klaster tersebut adalah zona selatan Bali dan Banyuwangi, zona Cilacap dan Pangandaran, dan Selat Sunda. 

Akan tetapi, ia mengingatkan rentetan gempa belum tentu merupakan gempa pendahuluan dari gempa besar utama.

"Satu hal yang penting diingat bahwa tidak semua klaster aktif akan berujung kepada terjadinya gempa besar, meskipun setiap gempa besar selalu di dahului oleh serangkaian aktivitas gempa pendahuluan," jelasnya

Sumber:
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190813174429-199-420991/penjelasan-bmkg-soal-isu-megathrust-penanda-gempa-besar

#Megathrust #MitigasiBencana #BMKG

  Komentar untuk Penjelasan BMKG Soal Isu Megathrust Penanda Gempa Besar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Pelatihan Kerja Gratis dari BAZNAS DKI

    Wiwin Anastasia  di  Jakarta Pusat  |  3 Jul 2020
  2. Gempa M. 6,1 Guncang Jepara Jawa Tengah , Getaranya Terasa Sampai Sukabumi

    HumanityNews  di  Cikole, Sukabumi Kota  |  7 Jul 2020
  3. MOBIL TERTABRAK KERETA API DIPUCUK LAMONGAN

    Ulin Nuha  di  Pucuk, Lamongan  |  2 Jul 2020
  4. Kunjungan Danrem 162/WB di Pasar Jelojok Kopang

    narma  di  Kopang, Lombok Tengah  |  3 Jul 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Hubungi Pak Syamsul Untuk Cuci Mobil Panggilan Wilayah Jaksel

    Widya Sari  di  Kebayoran Baru, Jakarta Selatan  |  7 Jul 2020
  2. 2
    Komentar

    Pelatihan Kerja Gratis dari BAZNAS DKI

    Wiwin Anastasia  di  Jakarta Pusat  |  3 Jul 2020
  3. 1
    Komentar

    Pengumuman 20 Pemenang Survey COVID-19

    AtmaGo  di  Jakarta Pusat  |  4 Jul 2020
  4. 0
    Komentar

    Benarkah Bawang Putih Dapat Turunkan Risiko Kanker?

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Krembangan, Surabaya  |  6 Jul 2020