Penilaian Rumah Rusak Di Palu Akibat Bencana Ditentukan Kementerian PUPR

7 February 2019, 18:33 WIB
2 0 178
Gambar untuk Penilaian Rumah Rusak Di Palu Akibat Bencana Ditentukan Kementerian PUPR
Penilaian tingkat kerusakan rumah di Kota Palu pascagempa bumi, tsunami dan likuefaksi bukan ditentukan Pemerintah Kota Palu, melainkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana yang dibentuk.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu Arfan mengatakan hingga saat ini baru sekitar 17.000 rumah di Palu yang diassessment oleh Satgas PB Kementerian PUPR dari total sekitar 40 ribu rumah yang rusak dalam peristiwa gemapa/tsunami Sulteng.

Sumber: Antara News

  Komentar untuk Penilaian Rumah Rusak Di Palu Akibat Bencana Ditentukan Kementerian PUPR

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. SELAMAT KEPADA BUPATI LOMBOK UTARA

    @ichaq_rasyid  di  Praya, Lombok Tengah  |  12 Feb 2020
  2. Jatuh Cinta Pada Menulis Hingga Menahodai Sebuah Komunitas

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020
  3. Atraksi Teaterikal Peserta Karnaval Putri Mandalika 2020

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  14 Feb 2020
  4. KABID ILMATE PERINDUSTRIAN PROVINSI NTB KUNJUNGI PENGRAJIN ALAT PERTANIAN DI DUSUN BEREMBENG

    Lalu Iskandar  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    Bakesbangpoldagri: Banyak Wilayah di NTB Terpapar Narkoba

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  13 Feb 2020
  2. 4
    Komentar

    Jatuh Cinta Pada Menulis Hingga Menahodai Sebuah Komunitas

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020
  3. 4
    Komentar

    Kegiatan Aisyiyah Kec. Mergangsan meriah

    Rita Jatmikowati  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  14 Feb 2020
  4. 4
    Komentar

    Dari IMPOSIBLE Menjadi I 'M POSSIBLE

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  17 Feb 2020