Pendua Bangkit Mandiri

35075 medium post 43672 e529227b 9727 462d a55b 760b5dd72241 2018 10 09t08 06 30.161 08 00 35076 medium post 43672 9252584f c189 4679 bb39 abcfea2e81aa 2018 10 09t08 06 30.936 08 00 35077 medium post 43672 8647524d 8b4f 4725 ba17 c5b97585ddae 2018 10 09t08 06 31.574 08 00 35078 medium post 43672 a093c424 7958 4116 941f 587c8fb4e577 2018 10 09t08 06 32.126 08 00
Izin menyampaikan rilis:
Bupati Hadiri Deklarasi Desa Pendua Bangkit
Humaspro Setda KLU, Kayangan - Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH, didampingi Camat Kayangan H. M. Thohir, SH, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, dan Pararelawan mendeklarasikan Desa Pendua Bangkit (8/10).

Kades Pendua Agus Salim, dalam sambutannya menyampaikan deklarasi Desa Pendua Bangkit adalah langkah awal untuk membangun kembali masyarakat, khususnya di Desa Pendua untuk bangkit setelah bencana melanda.
"Kita memulai aktivitas, meskipun dengan kondisi terbatas. Kita bangun semangat. Boleh saja, rumah kita rata dengan tanah, tetapi semangat kita untuk membangun kembali, harus ada dan kuat," paparnya.

Menurutnya, Deklarasi Desa Pendua Bangkit disuarakan, agar terpatri jiwa semangat untuk peduli membangun desa dan masyarakat.
"Ada beberapa hal yang perlu kita tanamkan khususnya bagi masyarakat yang ada di Pendua. Pertama, bersyukur karena kita masih diberikan keselamatan hingga saat ini. Kedua, sabar menghadapi bencana. Ketiga, percaya diri dengan kemampuan untuk mandiri. Keempat, tetap jaga kekompakan dan yang terakhir kembali ke jati diri kita sendiri," jelasnya.

Pada masa darurat, Pemdes Pendua cukup banyak menerima bantuan, baik dari pemerintah maupun relawan. Kini, telah mulai didirikan huntara pada beberapa dusun, sebagai pemicu semangat untuk bangkit dan bangun kembali di Desa Pendua.

Dalam pada itu, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH, berterima kasih kepada pararelawan yang telah membantu masyarakat, khususnya di Lombok Utara. Pemda KLU tak bisa membalas, kecuali dengan mendoakan hal-hal yang terbaik bagi pararelawan dan lembaga yang berdonasi.
Bupati Najmul mengajak masyarakat untuk bangkit dari kesedihan.
"Kesedihan tak pernah bisa membantu kita menyesaikan masalah. Adapun yang mampu menyelesaikannya adalah dengan bangkit beraktivitas kembali seperti dulu. Memanfaatkan puing bangunan yang masih tersisa, untuk membangun kembali hunian," tutur bupati.

Bupati juga menyamapikan karakter paling berharga dari masyarakat KLU yaitu tak adanya fenomena pengemis.
"Meskipun presentasi kemiskinan tertinggi di NTB, tetapi nyaris tak ada masyarakat KLU yang menjadi pengemis," ungkap bupati.
Bupati berpesan, tangis tak bisa menyelesaikan masalah, semangat mampu membangkitkan diri kita, bangkit dari keterpurukan. Pendua Bangun Kembali, Pendua Bangkit. (rsd/humaspro)
foto: rsd/humaspro
Sudah dilihat 29 kali

Komentar