Penanggulangan Bencana : Tanggung Jawab Bersama

12 September 2019, 17:20 WIB
1 0 63
Gambar untuk Penanggulangan Bencana : Tanggung Jawab Bersama
Penanggulangan bencana menjadi urusan bersama, hak dan kewajiban seluruh stakeholder, baik pemerintah, lembaga usaha dan lembaga internasional dan masyarakat. BNPB, BPBD Provinsi, BPBD Kab/Kota berpartner untuk mewujudkan tata kelola yang baik. Upaya untuk memaksimalkan pemahaman atas penanggulangan di Kota Yogyakarta, maka dilakukan "Sosialisasi Penanggulangan Bencana di Kabupaten/Kota DIY". Sosialisasi hari ini Kamis (12/9/2019) bertempat di Sargede Hotel, Umbulharjo, Kota Yogyakarta merupakan hari ke-3 untuk masyarakat di wilayah Kec. Umbulharjo dan Kec. Mergangsan. Hadir dalam sosialisasi tersebut Camat, Lurah, LPMK, PKK, TAGANA, Pengurus Kampung Tangguh Bencana (KTB) wilayah Umbulharjo dan Mergangsan.

Narasumber Sigit Hadi Prakosa, S.P., M.Si. Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca Kantor Stasiun Klimatologi, Mlati, Sleman menjelaskan bahwa masyarakat perlu mengenal bencana hidrometeorologi di DIY dan upaya mitigasinya. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian masyarakat antara lain, cuaca ekstrim (down burst, puting beliung, hujan lebat, hujan es, sambaran petir). Spesialis Analys dan Forecaster Cuaca ini menjelaskan bahwa (1) Hujan lebat berakibat banjir, tanah longsor, dan abrasi sungai; (2) Kemarau panjang berakibat kekeringan dan kebakaran hutan; (3) Angin kencang/puting beliung berakibat baliho, rumah roboh, dan pohon tumbang; (4) Sambaran petir berakibat pohon, ternak, atau manusia mati tersambar; (5) Gelombang tinggi berakibat abrasi pantai. "Kita perlu waspada secara dini dan memberikan informasi kepada keluarga dan masyarakat, sebagai bentuk perhatian dan tanggungjawab kita bersama", ujar Sigit lulusan S2 Sains Atmosfer ITB ini.

Hari Wahyudi, SE dari BPBD Kota Yogyakarta sebagai narasumber ke-2 menjelaskan bahwa Penanggulangan Bencana ini telah diatur dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (PB). Pada dasarnya filosofi penanggulangan bencana terdiri atas menjauhkan masyarakat dari sumber bencana, menjauhkan bahaya bencana dari masyarakat dan kearifan lokal (living in harmony with risk). Ada 12 ancaman bencana yang ada di DIY, yaitu gempa bumi, letusan gunung api, tsunami, tanah longsor, banjir, banjir bandang, kekeringan, kebakaran hutan, angin puting beliung, gelombang pasang atau badai, abrasi, dan epidemi. "Pemerintah Kota Yogyakarta telah menetapkan 7 point pokok rencana aksi Penanggulangan Bencana, yaitu penguatan kebijakan dan kelembagaan, pengkajian resiko dan perencanaan terpadu, pengembangan sistem informasi, Diklat dan logistik, penanganan tematik kawasan rawan bencana, peningkatan efektifitas pencegahan dan mitigasi bencana, perkuat kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana dan pengembangan sistem pemilihan bencana", kata Hari.

Kasi Pemerintahan, Pembangunan dan Trantib Kelurahan Wirogunan, Meyanto mengatakan bahwa sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, guna diinformasikan di wilayah Kel. Wirogunan. "Potensi banjir, dan puting beliau perlu diwaspadai oleh masyarakat Wirogunan. Kerjasama antara Kelurahan, Pengurus KTB, RT dan RW perlu terus digalakkan, guna antisipasi atas bencana tersebut", kata Bapak dua anak ini.

Nasiyar, Ketua Forum Kampung Tangguh Bencana (KTB) Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta yang menjadi peserta sosialisasi menyatakan bahwa sosialisasi ini aka kami teruskan kepada pengurus dan anggota Forum KTB. Mengingat di Kec. Mergangsan telah terbentuk 6 KTB di Kel. Wirogunan, Kel. Brontokusuman da. Kel. Keparakan. "Koordinasi semua pihak dan pemahaman yang relatif sama antara stakholder dan masyarakat perlu terus dilakukan. Upaya sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana harusbterus dilakukan dan difasikitasi oleh pemerintah, disamping sarana dan prasarana di setiap KTB", kata Nasiyar dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Ketua LPMK Kel. Wirogunan mengatakan bahwa sosialisasi ini sangat bermanfaat dan akan jauh lebih mengena bila peserta sosialisasi terus memberikan informasi kepada masyarakat. "Pemahaman atas penanggulangan bencana terus berkembang, dan menjadi tanggungjawab semua pihak", ujar Kakek satu cucu ini. (KangRozaq)

#WirogunanSemarak
#AbdulRazaq
#LPMKWirogunan
#MemanfaatkanHidupUntukHidupBermanfaat

  Komentar untuk Penanggulangan Bencana : Tanggung Jawab Bersama

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Pendaftaran Grup WhatsApp UFA OFFICIAL Gelombang Pertama

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cipayung, Depok Kota  |  26 Oct 2020
  2. PROMO WISATA BAHARI LAMONGAN BULAN NOVEMBER 2020

    Ulin Nuha  di  Paciran, Lamongan  |  27 Oct 2020
  3. BLK Kendari Siap Berkolaborasi Perempuan Pesisir Kendari

    Citra  di  Tamalanrea, Makassar  |  29 Oct 2020

Komentar Terbanyak

  1. 16
    Komentar

    Pendaftaran Grup WhatsApp UFA OFFICIAL Gelombang Pertama

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cipayung, Depok Kota  |  26 Oct 2020
  2. 2
    Komentar

    HOAX Bantuan COVID-19 Bagi Pemilik SIM C

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Glagah, Lamongan  |  28 Oct 2020
  3. 2
    Komentar

    Segudang Manfaat Cincau Hitam

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cariu, Bogor Kabupaten  |  26 Oct 2020
  4. 2
    Komentar

    Kecipir Si Hijau Kaya Manfaat

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Cigombong, Bogor Kabupaten  |  29 Oct 2020