Pemprov: Tiga faktor penghambat pertumbuhan ekonomi Sulteng

12 July 2019, 12:09 WIB
4 1 87
Gambar untuk Pemprov: Tiga faktor penghambat pertumbuhan ekonomi Sulteng
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Tengah mengatakan dari data Bank Indonesia terdapat tiga faktor yang menyebabkan terjadinya pelambatan pertumbuhan ekonomi Sulteng.

"Iya, berdasarkan data dari Bank Indonesia perwakilan Sulawesi Tengah ada tiga faktor internal dan eksternal yang menghambat pertumbuhan ekonomi," ucap Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Sulteng, Irmawati Sahi di Palu, Jumat.

Irma mengatakan tiga faktor yang menghambat adalah pertama, terjadinya bencana gempa disertai dengan tsunami dan likuifaksi yang menimpa Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala serta Parigi Moutong.

Bencana itu, telah berdampak terhadap beberapa sektor ekonomi, sektor akomodasi dan makanan, minuman, serta sektor perdagangan termasuk yang paling parah terdampak bencana pada 28 September 2018 itu. Karena itu, kontribusi sektor tersebut terhadap PDRB Sulteng 3,16 persen. Kemudian, sektor pertanian, perkebunan dan perikanan terdampak bencana yang paling parah. Dengan begitu, pangsa terhadap PDRB hanya 5,99 persen.

"Dengan demikian pangsa semua sektor yang terdampak bencana cukup besar hanya memiliki pangsa 9,15 persen terhadap PDRB pascabencana. Ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, akan tetapi prediksi ekonomi Sulteng berdasarkan data BI Perwakilan Sulteng pada Triwulan II Tahun 2019 atau pascabencana 28 September 2018, meningkat pada 6,3 - 6,7 persen," sebutnya.

Total pangsa PDRB untuk Kota Palu, Donggala dan Sigi, urai dia, terhadap PDRB Sulawesi Tengah mencapai 28,81 persen.

Faktor kedua yaitu terjadinya penurunan harga komoditas utama. Ia menjelaskan, pergerakan harga sangat berpengaruh terhadap penjualan sekaligus menjadi insentif atau disinsentif bagi pelaku industri. Pada tahun 2018 beberapa harga komoditas utama Sulteng mengalami pertumbuhan negatif antara lain stainless steel dan nikel.

"Pertumbuhan komoditas ini masing-masing tercatat 13,31 persen (yoy) dan 13,86 persen (yoy), berdasarkan data Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah," kata Irma.

Faktor ketiga, yakni melemahnya kondisi negara mitra dagang, purchasing manufacturing index (PMI) Tiongkok dan Jepang relatif menurun pada akhir 2018 berada di level 49,4 dan 52,4. Dibandingkan dengan triwulan sebelumnya 50,8 dan 52,5 khusus untuk Tiongkok, nilai PMI telah mencapai area kontraksi.

sumber: AntaraSulteng

  1 Komentar untuk Pemprov: Tiga faktor penghambat pertumbuhan ekonomi Sulteng

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Penimbunan Lokasi Smelter PT. GNI Diduga Tidak Memiliki IUP

    Sandy Makal  di  Morowali Utara  |  24 Jan 2020
  2. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  3. Rahmat Effendi Terjun Langsung Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

    Indra Gunawan  di  Jatiasih, Bekasi Kota  |  12 Jan 2020
  4. MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 11
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  2. 9
    Komentar

    PENGENDANG BANYUWANGI (FATWA AMIRULLAH)

    fatwa amirullah kendang  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020